Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Muktamar NU Sempat Memanas, Gus Yahya Minta Massa Tahan Diri
Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) KH Yahya Cholil Staquf atau Gus Yahya menanggapi wacana adanya UU Kebebasan Beragama yang dicanangkan oleh Menteri Hak Asasi Manusia (HAM) Natalius Pigai (dok. PBNU)
  • Gus Yahya meminta massa menahan diri setelah kericuhan dan protes di arena Muktamar ke-35 NU di Jombang, serta berjanji mencari solusi bijaksana demi situasi kondusif.
  • Polemik pencalonan Gus Yusuf Chudlori menjadi pemicu aksi massa; Gus Yahya mengakui ia kader NU berkapasitas besar dan berharap semua kandidat mendapat kesempatan.
  • Gus Yahya menegaskan keputusan muktamirin harus dihormati, namun meminta ketua umum terpilih melalui AHWA tetap melibatkan Gus Yusuf dalam peran strategis organisasi.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Jombang, IDN Times - Ketua Umum PBNU, KH Yahya Cholil Staquf alias Gus Yahya meminta massa yang melakukan protes di arena Muktamar ke-35 Nahdlatul Ulama (NU) di Pondok Pesantren Bahrul Ulum Tambakberas, Jombang, agar menahan diri dan menjaga ketenangan.

Gus Yahya menyampaikan pesan tersebut menyusul kericuhan dan aksi protes yang terjadi di sekitar arena sidang pleno Muktamar pada Minggu (30/8/2026). Ia mengaku akan berupaya mencari jalan keluar yang bijaksana agar situasi kembali kondusif dan dapat diterima seluruh pihak.

"Saya mohon agar lebih tenang. Saya pribadi, saya berjanji saya akan berusaha ikut, berusaha mencari jalan keluar yang bijaksana dari ini yang bisa membuat tenang semua," ujarnya.

Gus Yahya secara khusus menyoroti polemik pencalonan KH Muhammad Yusuf Chudlori alias Gus Yusuf yang menjadi salah satu pemicu aksi massa. Ia mengakui Gus Yusuf merupakan kader NU yang memiliki kapasitas dan potensi besar.

"Terkait dengan Gus Yusuf Chudlori, sebetulnya saya mengakui bahwa beliau adalah kader yang unggul dan relatif sebetulnya, termasuk yang unggul dibanding yang lain," katanya.

Menurut Gus Yahya, jika keputusan sepenuhnya berada di tangannya, seluruh kandidat akan diberikan ruang dan kesempatan dalam kontestasi Ketua Umum PBNU.

"Seandainya tergantung saya pribadi, saya ingin semua bisa diakomodasi, semua mendapat kesempatan," katanya.

Namun, Gus Yahya mengingatkan bahwa Muktamar merupakan forum tertinggi organisasi yang telah memiliki mekanisme dan keputusan sendiri. Karena itu, seluruh pihak diminta menghormati keputusan muktamirin.

"Tapi para muktamirin sudah membuat keputusan," tegasnya.

Meski demikian, Gus Yahya meminta siapa pun yang nantinya terpilih sebagai Ketua Umum PBNU melalui mekanisme Ahlul Halli wal Aqdi (AHWA) tidak mengabaikan keberadaan Gus Yusuf. Ia menilai Gus Yusuf memiliki potensi besar yang tetap dibutuhkan NU untuk menjalankan roda organisasi ke depan.

"Saya ingin sampaikan, dan ini juga imbauan kepada semua calon Ketua Umum yang ada, apapun, siapapun yang nanti akan dipilih oleh Ahlul Halli wal Aqdi, yang akan diputuskan untuk menjadi Ketua Umum periode yang akan datang, tidak boleh melupakan Gus Yusuf sebagai potensi besar yang harus bisa diunduh manfaatnya untuk jam'iyah ini," tuturnya.

Gus Yahya bahkan menyatakan komitmen pribadi untuk tetap memberikan ruang strategis kepada Gus Yusuf apabila dirinya kembali mendapat amanah melalui proses AHWA.

"Saya pribadi pasti apabila saya nanti yang dituju oleh para Ahlul Halli wal Aqdi, saya pasti akan mempertimbangkan, memperhitungkan dan pasti akan memberikan peran yang strategis," pungkasnya.

Curated For You

Editorial Team

Related Article