Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install
For
You

Miris, Kepala Sekolah di Banyuwangi Cabuli 9 Siswi di Ruang Kantor

Miris, Kepala Sekolah di Banyuwangi Cabuli 9 Siswi di Ruang Kantor
unsplash.com
Share Article

Banyuwangi, IDN Times - MK, seorang guru sekaligus pengasuh pondok pesantren di Kecamatan Cluring, Kabupaten Banyuwangi, Jawa Timur, digiring ke kantor polisi. Pria berusia 50 tahun ini diduga melakukan kejahatan asusila, yaitu mencabuli siswinya. 

1. Ada 9 korban, bisa jadi lebih

Ilustrasi Mengancam (IDN Times/Mardya Shakti)
Ilustrasi Mengancam (IDN Times/Mardya Shakti)

Kapolsek Cluring AKP Agus Priyono, mengatakan bahwa sejumlah wali murid telah melakukan laporan atas dugaan asusila tersebut. Pada Selasa 17 Januari kemarin, terduga pelaku pencabulan diperiksa. Beberapa pelapor para korban juga hadir dalam pemeriksaan tersebut.

Berdasarkan informasi yang diterima IDN Times, sementara ini ada sekitar 9 siswi yang menjadi korban predator selangkangan tersebut. Namun tidak menutup kemungkinan, jumlah korban itu masih bisa bertambah. Sedangkan korban yang berani melapor masih ada 4 orang saja. 

“Pelaku kita periksa setelah kita mendapat laporan dari beberapa korban,” kata Agus, Rabu (18/1/2023). 

2. Pelakunya ya guru, ya pemilik yayasan, ya kepala sekolah

Ilustrasi Mengancam (IDN Times/Mardya Shakti)
Ilustrasi Mengancam (IDN Times/Mardya Shakti)

Informasi di lapangan menyebutkan, para korban adalah siswi yang masih duduk di bangku sekolah dasar. Menurut keterangan polisi, para korban mengaku dipaksa bahkan ada juga nada ancaman dari terduga pelaku. Bermodal ancaman itu, pelaku kemudian menjamah tubuh para korban. Ironisnya, aksi tersebut dilakukan oleh pelaku di ruangan kantornya sendiri. 

Usut punya usut, pelaku ternyata bukan sekedar pengasuh atau guru belaka. Infomasi yang diperoleh IDN Times di Banyuwangi, pelaku merupakan pemilik yayasan sekaligus Kepala Sekolah di lingkungan pondok tersebut.

"Kita limpahkan ke Polresta Banyuwangi untuk penanganan lebih lanjut," ungkap Agus.

3. Wali murid investigasi anak masing-masing

pixabay.com
pixabay.com

Buntut aksi bejat ini diketahui, sontak membuat beberapa wali murid di sekolah yayasan pesantren tersebut pada heboh. Beberapa wali kemudian melakukan investigasi kepada anak masing-masing. Para orang tua takut jika ada anaknya yang menjadi korban namun tidak berani bercerita kepada mereka lantaran takut atau malu.

"Di grup WA (grup wali murid) sudah ramai itu mas. Ya jadi was-was kan. Saya tanya anak saya, dia ngaku tidak tahu soal itu," ungkap RR (37), salah satu wali murid.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share Article
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Faiz Nashrillah
EditorFaiz Nashrillah

Latest News Jawa Timur

See More

Malam 1 Suro, Akses Masuk Kota Surabaya Disekat Polisi

14 Jun 2026, 17:41 WIBNews