Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Mayat Pria Ditemukan Mengambang di Bawah Jembatan Suramadu
Evakuasi mayat yang ditemukan di bawah Jembatan Suramadu. (Dok. Command Center Surabaya)
  • Mayat pria berinisial MS (43), warga Bekasi, ditemukan mengambang di bawah Jembatan Suramadu pada Selasa pagi oleh nelayan setempat.
  • Ditpolairud Polda Jatim mengerahkan tiga kapal ke lokasi, lalu mengevakuasi korban yang mengenakan baju loreng dan celana jeans ke darat.
  • Jenazah dibawa ke RSUD Dr Soetomo Surabaya untuk identifikasi dan pemeriksaan; polisi belum memastikan adanya tanda kekerasan sebelum hasil visum keluar.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Surabaya, IDN Times - Mayat berjenis kelamin laki-laki ditemukan mengambang di bahwa jembatan Suramadu, Selasa (11/8/2026). Korban diketahui berinisial MS (43) warga Bekasi, Jawa Barat. Saat ditemukan MS mengenakan baju doreng seperti tentara dan celana jeans.

Kasubdit Patroli Polairud Polda Jatim, AKBP Widarmanto mengatakan, MS pertama kali ditemukan oleh nelayan setempat. Saat itu, nelayan melihat ada orang mengambang di laut.

“Tadi ya kurang lebih 09.30 dari kantor mendapat informasi dari masyarakat nelayan tentang adanya kejadian penemuan mayat mengapung di sekitaran Jembatan Suramadu,” ungkap dia.

Tak lama, petugas dari Ditpolairud Polda Jatim datang ke lokasi untuk memastikan berita tersebut. Setelah dicek benar ternyata ada penemuan mayat.

“Tiga unit kapal langsung kita gerakkan menuju TKP dan benar ternyata ditemukan mayat,” terangnya.

Pihaknya kemudian membantu melalukan evakuasi korban ke darat. Selanjutnya, jenaza MS dibawa ke RS Dr Soetomo untuk dilalukan pemeriksaa.

“Dibawa ke RSUD dr Soetomo Surabaya, sedang diidentifikasi, kita minta bantuan beberapa instansi terkait di antaranya tadi sudah nelpon ambulans. Kemudian di untuk dibawa ke Karang Menjangan. Kemudian juga tim identifikasi dari Polres Pelabuhan untuk melakukan identifikasiidentitas korban,” jelas dia.

Pihaknya belum bisa memastikan apakah di tubuh korban ada kekerasan atau tidak. Hal ini menunggu pemeriksaan dari RSUD dr Soetomo.

“Kami tidak bisa menyimpulkan itu (ada tanda kemerasan atau tidak) sebelum ada dari dokter yang menangani tentang visum,” pungkas dia.

Curated For You

Editorial Team

Related Article