Massa di Surabaya Gelar Aksi, Tuntut Militer Kembali ke Barak

Surabaya, IDN Times - Massa aksi yang tergabung dalam Aksi Kamisan Surabaya dan Front Anti-Militerisme menggelar aksi di depan Gedung Negara Grahadi, Surabaya, Senin (24/3/2025). Dalam aksinya, massa yang kompak memakai pakaian serba hitam ini menolak Undang-Undang (UU) TNI.
Pantauan IDN Times, massa jalan kaki sejak Jalan Basuki Rahmat menuju Jalan Gubernur Suryo. Massa membawa poster bertuliskan "Kembalikan Militer ke Barak". Para massa juga menggaungkan lagu-lagu nasionalis serta perjuangan. Sementara di depan tampak mobil memuat ban.
Sesampainya di Gedung Negara Grahadi, pukul 13.45 WIB, massa langsung membuat lingkaran hitam. Di sini mereka bergantian berorasi mengaspirasikan penolakan UU TNI yang baru saja disahkan oleh DPR RI. Di tengah orasi, massa mulai membakar ban yang dibawanya.
Tak sampai di situ, massa kemudian membentangkan banner bergambar sejumlah pejabat. Mulai dari Presiden Prabowo Subianto, Ketua DPR RI Puan Maharani, Kapolri Jenderal Pol Listyo Sigit Prabowo hingga Panglima TNI Jenderal TNI Agus Subiyanto.
Lagu "Tanah Airku" pun digaungkan saat pembakaran gambar tersebut. Umpatan juga turut berkumandang di tengah aksi. Tentunya umpatan itu ditujukan kepada UU TNI yang dinilai penuh kejanggalan proses pengesahannya.



















