Surabaya, IDN Times - Mantan Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan (Menko Polhukam) Mahfud MD melontarkan kritik terhadap penyelenggara negara saat ini. Ia menilai masih banyak hal yang perlu dikoreksi dari kalangan yang seharusnya menjadi pemimpin bangsa.
Kritik tersebut disampaikan Mahfud saat memberikan ceramah ilmiah mengenai demokrasi, integrasi politik, dan jalan menuju Indonesia Emas di Universitas Airlangga (Unair) Surabaya, Kamis (29/10/2026).
Di hadapan mahasiswa, Mahfud menekankan pentingnya membangun kesadaran hidup bernegara yang kuat. Menurutnya, mahasiswa sebagai calon penerus kepemimpinan bangsa perlu memahami demokrasi agar kelak mampu menjalankan tanggung jawab kepemimpinan dengan baik.
“Sekarang ini di kalangan penyelenggara negara kita yang harusnya menjadi pemimpin bangsa, banyak catatan-catatan yang perlu dikoreksi,” ujar Mahfud usai acara.
Ia kemudian menyoroti pentingnya menyiapkan calon pemimpin yang lebih memahami dan menghayati demokrasi. Menurut Mahfud, pergantian kepemimpinan melalui proses konstitusional perlu diiringi dengan kesiapan menghadirkan figur-figur yang memiliki pemahaman kuat terhadap prinsip demokrasi.
“Koreksinya gimana? Nanti kalau terjadi pergantian kepemimpinan karena proses konstitusional, itu kan kita harus menyiapkan orang-orang yang lebih menghayati demokrasi,” terangnya.
Mahfud juga mengingatkan mahasiswa agar mempersiapkan diri jika kelak menduduki posisi kepemimpinan. Persiapan itu, kata dia, mencakup pemahaman mengenai dasar dan kerangka kerja yang akan digunakan dalam menjalankan tugas.
“Kalau Anda besok menjadi pemimpin, apa dasarnya, apa kerangka kerjanya, kan gitu,” pungkasnya.
