Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Mahfud MD Kritik Penyelenggara Negara: Banyak Catatan
Mantan Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan (Menko Polhukam) Mahfud MD. Dok. Istimewa
  • Mahfud MD mengkritik penyelenggara negara karena menilai masih banyak aspek yang perlu dikoreksi dari pihak yang semestinya memimpin bangsa.

  • Dalam ceramah di Unair Surabaya, Mahfud menekankan pentingnya kesadaran bernegara dan pemahaman demokrasi bagi mahasiswa sebagai calon pemimpin.

  • Ia menilai pergantian kepemimpinan konstitusional harus disertai kesiapan figur yang menghayati demokrasi serta memahami dasar dan kerangka kerja kepemimpinan.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
29 Oktober 2026

Mahfud MD mengkritik penyelenggara negara dan menyatakan banyak hal yang perlu dikoreksi. Dalam ceramah ilmiah di Universitas Airlangga, ia menekankan pentingnya menyiapkan pemimpin yang menghayati demokrasi.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
  • What?
    Mahfud MD mengkritik penyelenggara negara yang dinilainya masih memiliki banyak catatan untuk dikoreksi, terutama terkait pemahaman dan penghayatan terhadap demokrasi.
  • Who?
    Mantan Menko Polhukam Mahfud MD menyampaikan kritik dan pesan kepada mahasiswa Universitas Airlangga sebagai calon penerus kepemimpinan bangsa.
  • Where?
    Kritik itu disampaikan di Universitas Airlangga (Unair), Surabaya.
  • When?
    Mahfud MD menyampaikan ceramah ilmiah dan kritik tersebut pada Kamis, 29 Oktober 2026.
  • Why?
    Mahfud menilai calon pemimpin perlu memahami demokrasi agar dapat menjalankan tanggung jawab kepemimpinan dengan baik ketika terjadi pergantian kepemimpinan secara konstitusional.
  • How?
    Mahfud menyampaikan pandangannya dalam ceramah tentang demokrasi, integrasi politik, dan jalan menuju Indonesia Emas, serta mengajak mahasiswa menyiapkan dasar dan kerangka kerja kepemimpinan.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Mahfud MD berkata banyak pemimpin negara sekarang masih punya hal yang harus diperbaiki. Ia bicara di Universitas Airlangga, Surabaya, kepada para mahasiswa. Mahfud bilang mahasiswa perlu belajar demokrasi. Nanti, kalau jadi pemimpin, mereka harus tahu cara memimpin dengan baik dan sesuai aturan.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Ceramah Mahfud MD di hadapan mahasiswa membuka ruang refleksi yang konstruktif tentang kualitas kepemimpinan dan demokrasi. Penekanannya pada kesadaran bernegara, pemahaman prinsip demokrasi, serta kesiapan calon pemimpin menunjukkan perhatian pada pembentukan generasi yang memiliki dasar dan kerangka kerja jelas ketika kelak memegang tanggung jawab publik.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Surabaya, IDN Times - Mantan Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan (Menko Polhukam) Mahfud MD melontarkan kritik terhadap penyelenggara negara saat ini. Ia menilai masih banyak hal yang perlu dikoreksi dari kalangan yang seharusnya menjadi pemimpin bangsa.

Kritik tersebut disampaikan Mahfud saat memberikan ceramah ilmiah mengenai demokrasi, integrasi politik, dan jalan menuju Indonesia Emas di Universitas Airlangga (Unair) Surabaya, Kamis (29/10/2026).

Di hadapan mahasiswa, Mahfud menekankan pentingnya membangun kesadaran hidup bernegara yang kuat. Menurutnya, mahasiswa sebagai calon penerus kepemimpinan bangsa perlu memahami demokrasi agar kelak mampu menjalankan tanggung jawab kepemimpinan dengan baik.

“Sekarang ini di kalangan penyelenggara negara kita yang harusnya menjadi pemimpin bangsa, banyak catatan-catatan yang perlu dikoreksi,” ujar Mahfud usai acara.

Ia kemudian menyoroti pentingnya menyiapkan calon pemimpin yang lebih memahami dan menghayati demokrasi. Menurut Mahfud, pergantian kepemimpinan melalui proses konstitusional perlu diiringi dengan kesiapan menghadirkan figur-figur yang memiliki pemahaman kuat terhadap prinsip demokrasi.

“Koreksinya gimana? Nanti kalau terjadi pergantian kepemimpinan karena proses konstitusional, itu kan kita harus menyiapkan orang-orang yang lebih menghayati demokrasi,” terangnya.

Mahfud juga mengingatkan mahasiswa agar mempersiapkan diri jika kelak menduduki posisi kepemimpinan. Persiapan itu, kata dia, mencakup pemahaman mengenai dasar dan kerangka kerja yang akan digunakan dalam menjalankan tugas.

“Kalau Anda besok menjadi pemimpin, apa dasarnya, apa kerangka kerjanya, kan gitu,” pungkasnya.

Editorial Team

Related Article