Lumajang, IDN Times - Bencana tanah longsor menerjang Dusun Jonggrang, Desa Tamanayu, Kecamatan Pronojiwo, Kabupaten Lumajang, saat dini hari. Material tanah menimbun rumah warga hingga menewaskan dua orang yang merupakan satu keluarga, yakni seorang ayah berusia 40 tahun dan putrinya yang masih berusia 9 tahun.
Peristiwa tragis itu terjadi pada Sabtu (31/10/2026) sekitar pukul 01.00 WIB. Hujan lebat yang mengguyur kawasan tersebut sejak Jumat (30/10/2026) malam memicu longsoran pada lereng yang kondisinya labil.
Berdasarkan data Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jatim, hujan berlangsung sekitar pukul 20.00 hingga 23.00 WIB. Material tanah kemudian longsor dan menimpa satu rumah warga di RT 22/RW 08. Longsor susulan terjadi tak lama kemudian hingga menimbun rumah beserta penghuninya.
Dua korban yang tertimbun tidak berhasil diselamatkan. Warga setempat telah mengevakuasi keduanya, kemudian pihak keluarga memakamkan korban.
Plt. Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Berton SP Panjaitan, menyampaikan bahwa kejadian tersebut juga menyebabkan satu unit rumah mengalami kerusakan sedang.
"BPBD Provinsi Jatim bersama Tim Reaksi Cepat Penanggulangan Bencana (TRC PB) BPBD Kabupaten Lumajang telah melakukan penanganan di lokasi. Langkah yang dilakukan meliputi pengamanan area, kajian cepat, serta pemberian bantuan awal berupa terpal bagi warga terdampak," ujarnya, Senin (2/11/2026).
Pemprov Jatum, juga menyalurkan santunan duka cita sebesar Rp20 juta kepada keluarga korban meninggal dunia. Bantuan lainnya berupa paket sembako dan material bangunan, termasuk semen dan bata, diberikan untuk mendukung pemulihan pascabencana.
Di sisi lain, akses menuju lokasi bencana melalui Kecamatan Dampit, Kabupaten Malang, dilaporkan belum dapat dilalui kendaraan roda dua maupun roda empat. Sejumlah titik di jalur tersebut tergenang banjir.
BNPB mengarahkan masyarakat dan tim gabungan yang hendak menuju lokasi untuk menggunakan jalur Probolinggo sebagai alternatif akses.
Berton mengingatkan masyarakat, terutama yang tinggal di lereng dan kawasan rawan longsor, agar meningkatkan kewaspadaan. Potensi hujan dengan intensitas sedang hingga tinggi masih perlu diantisipasi.
"Warga diminta segera menjauh dari area berbahaya apabila menemukan tanda-tanda pergerakan tanah, terlebih saat hujan turun dalam durasi panjang," imbaunya.