Banjir Lahar Dingin Gunung Semeru Terjang 3 Kecamatan di Lumajang

Banjir lahar dingin Gunung Semeru sejak Senin pukul 05.00 WIB menerjang Pronojiwo, Tempursari, dan Jatiroto di Lumajang, dengan ketinggian air mencapai 50 sentimeter.
BPBD Lumajang mengimbau warga di tiga kecamatan terdampak untuk mengungsi karena potensi bencana susulan, termasuk tanah longsor, masih rawan terjadi.
Sebanyak 13 personel dikerahkan untuk asesmen dan pendataan dampak; hingga siang hari belum ada laporan korban jiwa, sementara kerusakan rumah serta fasilitas umum masih diperiksa.
Lumajang, IDN Times - Banjir lahar dingin dari erupsi Gunung Semeru dilaporkan terjadi pada Senin (2/11/2026) pagi. Dilaporkan 3 kecamatan di Kabupaten Lumajang terdampak aliran lahar dingin.
1. BPBD Kabupaten Lumajang laporkan 3 kecamatan terdampak banjir lahar dingin

Pantauan banjir lahar dingin di Jembatan Limpas Gondoruso. (IDN Times/Istimewa) Kabid Kedaruratan dan Logistik BPBD Kabupaten Lumajang, Yudhi Cahyono melaporkan jika banjir lahar dingin dilaporkan terjadi sejak Senin pukul 05.00 WIB. Banjir dengan ketinggian mencapai 50 centimeter menghantam 3 kecamatan diantaranya Pronojiwo, Tempursari, dan Jatiroto.
"Ada 3 kecamatan yang terdampak cukup parah yaitu Tempursari, Jatiroto, dan Pronojiwo. Kita langsung terjunkan tim untuk meninjau pagi tadi," terangnya.
Oleh karena itu, Yudhi mengimbau warga di 3 kecamatan ini untuk segera mengungsi. Karena potensi bencana susulan seperti tanah longsor akan rawan terjadi.
2. Sebanyak 13 personel dikerahkan untuk melakukan asesmen

Banjir lahar dingin dari pantauan Pos Curah Kobokan. (Dok. BPBD Kabupaten Lumajang) Yudhi mengungkapkan jika saat ini pihaknya masih melakukan pendataan terkait dampak bencana ini. Sebanyak 13 personel dikerahkan untuk melakukan asesmen dampak banjir lahar dingin di 3 kecamatan.
"Kita bagi 6 personel untuk melakukan asesmen di 2 desa Kecamatan Tempursari. Sementara sisanya ke desa-desa yang mengalami dampak banjir," jelasnya.
3. BPBD Lumajang sebut belum ada laporan korban jiwa

Pantauan banjir lahar dingin di Jembatan Limpas Gondoruso. (IDN Times/Istimewa) Lebih lanjut, Yudhi melaporkan jika hingga siang ini belum ada laporan korban jiwa banjir lahar dingin. Sementara dampak kerusakan rumah dan fasilitas umum juga masih didata oleh petugas di lapangan.
"Kita masih menunggu update laporan petugas dilaporkan. Tapi sampai saat ini untuk korban jiwa masih belum ada," pungkasnya.



















![[OPINI] Ketika Angka Pertumbuhan Ekonomi Tidak Lagi Cukup](https://image.idntimes.com/post/20261031/img-20261031-wa0005_5aa40adf-80da-4615-a1a4-f8244c3d14eb.jpg)