Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Laka Maut Rombongan Study Tour, Dindik Jatim Imbau Ini
Ilustrasi mengembangkan pengetahuan dan keterampilan (pexels.com/Pixabay)

Surabaya, IDN Times - Kecelakaan bus pariwisata yang melibatkan rombongan study tour menjadi atensi sendiri oleh Dinas Pendidikan (Dindik) Jawa Timur (Jatim). Imbauan pun dikeluarkan bagi SMA/SMK negeri dan swasta di Jatim, Kamis (16/5/2024).

1. Dindik tak larang study tour tapi imbau digelar di dalam provinsi

Pemeriksaan Bus Rombongan Siswa SMK Lingga Kencana Depok yang Terguling di Subang. (Bangkit Rizki/IDN Times)

Kepala Dindik Jatim, Aries Agung Paewai menegaskan bahwa memang pihaknya tidak akan melarang kegiatan study tour. Mengingat kesempatan tersebut biasanya digunakan sekolah untuk mengenalkan perguruan tinggi negeri (PTN) dan jurusan yang akan diminati oleh siswa.  

Namun, ia berharap agar kegiatan study tour diutamakan bisa dilakukan di dalam wilayah Jawa Timur saja. Menurutnya, banyak perguruan tinggi di Jawa Timur yang maju dan berkembang serta sudah memiliki lulusan yang berhasil.

"Jadi saya berharap sekolah-sekolah guru mempertimbangkan kembali jika melakukan study tour utamakan dahulu di wilayah Jawa Timur. Kan ada Unair, Unibraw, ada ITS, ada Universitas Jember dan UINSA dan beebagai Universitas lainnya yang luar biasa hasil lulusannya," jelas Aries, Kamis (16/5/2024).

Kecuali, lanjut Pj Wali Kota Batu ini, apabila memang tidak ada di Jawa Timur maka boleh melaksanakan study tour di luar Jatim asalkan punya target sasaran dan manfaat yang jelas. 

2. Tekankan pentingnya SOP

ilustrasi diskusi mahasiswa (freepik.com/freepik)

Kendati tidak melarang Aries menggaris bawahi ada catatan yang mana sekolah harus membuat Standar Operasional Prosedure (SOP). "(Kami) tidak melarang tapi harus dibuat SOP yang jelas dan lengkap serta pengawasan yang melekat dari guru dan sekolah serta laporan berjenjang sampai ke dinas pendidikan," tegas Aries. 

Pembuatan SOP sendiri, lanjut Aries, harus meliputi rapat bersama orang tua siswa dan sekolah, penentuan lokasi studi tour yang menghasilkan outcome bagi siswa dan sekolah. Kemudian pendanaan, transportasi yang layak jalan dan driver yang berkompoten. 

3. Harus laporan secara berjenjang

Pexels.com/@lil-artsy

Aries menambahkan, agar mengatur soal akomodasi selama perjalanan, pelaporan berjenjang dari cabdin hingga bidang SMA/SMK terkait dan terakhir kepada kepala dinas. "Terakhir yang terpenting fokus study tour telah mendapatkan rekom untuk diterima," tegasnya.  

Tak hanya itu, Aries juga mengimbau kepada satuan pendidikan agar kegiatan study tour harus menyertakan tujuan dan sasaran yang jelas dan terukur. Selain itu, pihaknya juga meminta agar kegiatan study tour sifatnya bukan pemaksaan. 

"Jadi harus benar-benar dirapatkan bersama orang tua siswa untuk finalisasi tujuan sasaran studi tour. Kalau ada yang keberatan ya ndak perlu dipaksa untuk ikut. Yang penting hasil keputusan bersama dan orangtua mengetahui apa saja kegiatan dalam study tour tersebut," katanya.

Yang tak kalah penting, tambah Aries, faktor kondisi kendaraan yang digunakan harus layak jalan sesuai hasil pemeriksaan oleh Dinas Perhubungan setempat termasuk kondisi kesehatan sopir.  

"Saya juga berharap tidak ada pemaksaan pelaksanaan studi banding apalagi bagi siswa dan orang tua yang tidak mampu kecuali mereka ikut dibantu dibiayai melalui bantuan sekolah," pungkasnya.

Editorial Team

Related Article