Abdul Aziz, ayah korban bullying di Annur 2 Bululawang. (IDN Times/Rizal Adhi Pratama)
Ayah DFA, Abdul Aziz menceritakan jika pada awalnya Ibu DFA merasakan firasat tidak enak terhadap anaknya yang sata ini masih duduk di bangku kelas 7 VII MTS Annur. Oleh karena itu, Ibu DFA merencanakan untuk menjenguk sendiri putranya tersebut untuk melihat keadaan DFA.
Saat tiba di Ponpes Annur 2, ternyata DFA sudah mendapatkan banyak luka lebam di wajahnya. Saat didesak kedua orangtuanya, ia akhirnya mengaku kalau pada 26 November 2022 lalu mendapatkan kekerasan atau bullying dari sabtri lain.
"Saat didatangi di kamarnya, dan teman-temannya segera (bersih-bersih) karena takut istri saya tahu. Mulai dari darahnya dibersihkan pakai satu gayung di badannya, setelah itu baru bertemu istri saya," terang Abdul Aziz saat dikonfirmasi pada Selasa (03/01/2023).
Aziz mengungkap jika saat bertemu, DFA dalam kondisi lemas di kasur dengan beberapa luka lebam dan patah tulang hidung. Bahkan masih ada darah segar yang keluar dari hidung. Melihat hal tersebut, Ibu DFA langsung menelpon Abdul Aziz untuk memberitahukan kondisi DFA.
"Saya kaget melihat lewat video call kondisi anak saya, langsung saya larikan dia ke RSSA (Rumah Sakit Saiful Anwar) Kota Malang hari itu juga. Saya juga langsung biat laporan ke Polres Malang, saya juga minta visum yang hasilnya terbit 10 hari kemudian," bebernya.