Lagi, Kios Tertimpa Pohon Tumbang di Telaga Sarangan Magetan

Magetan, IDN Times – Hujan deras disertai angin kencang kembali melanda wilayah Telaga Sarangan, di Kecamatan Plaosan, Kabupaten Magetan Jawa Timur pada Rabu malam (22/1/2025). Cuaca ekstrem ini menyebabkan sebuah pohon kaliandra dengan lingkar 80 cm tumbang, menimpa kios pedagang di bawahnya. Tak hanya itu, tumbangnya pohon juga menutup akses jalan menuju kawasan wisata tersebut.
1. Tim gabungan bergerak cepat

Kepala Seksi Kedaruratan dan Logistik BPBD Magetan, Eka Wahyudi, menyatakan bahwa tim reaksi cepat langsung turun tangan bersama TNI, Polri, Perhutani, dan masyarakat sekitar. Proses evakuasi dilakukan dengan chainsaw dan alat manual untuk membersihkan pohon yang tumbang.
“Kami terus mengingatkan masyarakat agar waspada terhadap potensi bencana hidrometeorologi. Jangan berteduh di bawah pohon saat hujan lebat disertai angin kencang, dan selalu prioritaskan keselamatan,” ujar Eka, Kamis (23/1/2025).
2. Satu kios rusak

Pohon tumbang tersebut mengakibatkan kerusakan pada kios milik Dian warga desa Plumpung. Namun kerusakan akan diperbaiki secara mandiri oleh pemilik. "Sementara itu, akses jalan yang sempat tertutup kini telah kembali normal setelah upaya cepat dari tim gabungan. Yang jelas tidak ada korban jiwa dalam peristiwa ini, kerugian masih dalam pendataan," jelasnya.
Eka juga mengimbau warga agar selalu memantau informasi cuaca dan melaporkan kejadian darurat ke BPBD Magetan melalui hotline 0351-891111 atau media sosial resmi BPBD.
3. Kejadian serupa beberapa hari sebelumnya

Sebelumnya, pada Minggu (20/1/2025), hujan deras disertai angin kencang juga menyebabkan pohon eucalyptus berdiameter 130 cm tumbang di Jalan Lingkar Barat Telaga Sarangan. Pohon tersebut menimpa tiga kios pedagang, milik Ipan, Midi, dan Pak Saeran, serta menutup total akses jalan di kawasan itu.
Meski demikian, berkat gerak cepat tim gabungan, akses jalan berhasil dibuka kembali, dan aktivitas warga maupun wisatawan di kawasan wisata Telaga Sarangan kembali berjalan normal. Dengan cuaca ekstrem yang masih mengancam, masyarakat dan wisatawan diimbau untuk terus waspada dan siap menghadapi perubahan kondisi alam yang tidak terduga.

















