Ponorogo, IDN Times – Dampak kemarau panjang di Jawa Timur tidak hanya dirasakan warga Ngawi. Krisis air bersih juga dirasakan oleh warga Kabupaten Ponorogo. Di Dusun Bungur, Desa Munggu, Kecamatan Bungkal, penduduk terpaksa berjalan kaki sejauh 2 kilometer ke dalam hutan demi mendapatkan air bersih.
Krisis Air, Warga Ponorogo Terpaksa Cari Air Hingga 2 Km ke Hutan

1. Sumur mengering, warga berjuang cari air
Sumur-sumur yang selama ini menjadi tumpuan warga kini kering. Puluhan sumur di dua RT di Dusun Bungur mengalami penyusutan air yang drastis. Warga pun harus bergiliran menggunakan sumur-sumur yang masih tersisa, meskipun air yang didapat sangat minim.
Namun, bagi sebagian warga, seperti Mesinah, perjuangan mendapatkan air menjadi lebih berat. "Kami terpaksa ke hutan untuk mencari air, tapi kadang setelah perjalanan panjang, airnya juga tidak ada," ujar Mesinah, menceritakan kesulitannya pada Kamis (05/09/2024).
2. Harapan warga pada sumur bor
Situasi ini mendorong warga untuk meminta bantuan pemerintah, terutama dalam pembuatan sumur bor yang lebih dalam dan permanen. Jawar, salah satu warga setempat, berharap bantuan tersebut segera terealisasi. "Kami butuh sumur bor yang dalam agar tidak lagi bergantung pada bantuan air bersih setiap musim kemarau," katanya.
Sejauh ini, warga hanya bisa berharap dan menunggu bantuan air bersih yang dikirimkan secara bergiliran. Namun, mereka mendambakan solusi jangka panjang agar tidak lagi perlu berjalan jauh hanya untuk mendapatkan air.
3. Kebutuhan Mendesak Akan Penanganan Cepat
Kepala Dusun Bungur, Tukimun, juga turut menyuarakan keresahan warganya. Ia menegaskan bahwa krisis air bersih ini harus segera ditangani. "Air bersih adalah kebutuhan vital. Kami berharap pemerintah dapat bergerak cepat untuk mengatasi masalah ini," ungkapnya. Hingga saat ini, warga masih mengandalkan sumber air yang semakin terbatas, berharap adanya penanganan segera sebelum situasi semakin memburuk.