Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Korban Kecelakaan Rombongan Study Tour Dikenal Pendidik Sejati
Suasana rumah duka korban kecelakaan bus di Tol Jombang-Mojokerto. (IDN Times/Rizal Adhi Pratama)

Malang, IDN Times - Bus Rombongan Study Tour SMP PGRI 1 Wonosari, Kabupaten Malang mengalami kecelakaan di KM 695+400 Jalur A Tol Jombang-Mojokerto pada Selasa (21/5/2024) pukul 23.45 WIB. Bus diketahui oleng ke kiri dan menabrak truk.

Kecelakaan ini membuat 2 orang meninggal dunia yaitu seorang guru bernama Edy Kresna Handaka (62) dan kernet bus bernama Edy Sulistiyono (46). Kemudian 15 orang mengalami luka-luka dan 33 lainnya selamat.

1. Edy Kresna Handaka langsung dimakamkan setibanya di rumah duka

Suasana rumah duka korban kecelakaan bus di Tol Jombang-Mojokerto. (IDN Times/Rizal Adhi Pratama)

Jenazah Edy Kresna tiba di rumah duka Permai 1 Gang Telu Blok C, Kelurahan Talangagung, Kecamatan Kepanjen, Kabupaten Malang pada pukul 12.45 WIB. Jenazah tiba menggunakan ambulans dari RSUD Kabupaten Jombang. Isak tangis keluarga dan murid-murid Edy pecah tatkala jenazah diturunkan dari mobil ambulans.

Ketua PGRI Wonosari, Rodi Subiyanto mengatakan jika rombongan yang dirumpangi Edy Kresna dalam perjalanan pulang dari study tour di Yogyakarta. Ia mengatakan jika hanya ada 1 rombongan yang berangkat ke Yogyakarta, mereka adalah anak-anak kelas 3 SMP PGRI 1 Wonosari. Dan Edy Kresna ikut rombongan ini sebagai pendamping para siswa.

Karena menerima berita itu, ami tadi ke sana untuk menjemput jenazahnya, dibawa pulang. Awalnya dirawat di RSUD Mojokerto, kemudian dibawa ke RSUD Jombang dan meninggal di sana. Rekan kami ke RSUD Mojokerto untuk mengurusi yang luka-luka, saya ke RSUD Jombang untuk menjemput jenazah," terangnya saat ditemui di rumah duka.

2. Edy Kresna dikenal sebagai pendidik dengan pengabdian tinggi

Suasana rumah duka korban kecelakaan bus di Tol Jombang-Mojokerto. (IDN Times/Rizal Adhi Pratama)

Rodi mengungkapkan jika selama hidupnya korban dikenal sebagai orang baik dan benar-benar loyal. Ia bahkan tetap mengabdikan diri meskipun sudah purna tugas. Edy Kresna sebenarnya sudah pensiun pada 2021 usai menjalani Kepala Sekolah di SDN 5 Plaosan.

"Kalau di SMP (PGRI 1) jadi wakil kepala sekolah dan guru agama. Dia sudah purna tugas jadi hanya boleh menjadi guru. Untuk kepala sekolah tidak diperkenankan," jelasnya.

Sementara di PGRI Wonosari Edy Kresna menjabat sebagai Sekretaris Bidang Keagamaan. Jadi ia mengkoordinir dan menghandle setiap acara keagamaan di PGRI Wonosari.

3. Edy Kresna akan mendapatkan santunan dari Jasa Raharja

Ketua PGRI Wonosari, Rodi Subiyanto. (IDN Times/Rizal Adhi Pratama)

Rodi mengatakan jika keluarga Edy Kresna akan mendapatkan santunan dari Jasa Raharja. Namun, ia tidak mengungkapkan bersaran santunan yang akan diberikan pada keluarga Edy Kresna.

"Sementara PO otobus ada menanggung kepulangan jenazah, itu akan ditanggung oleh perusahaan busnya," ujarnya.

Terakhir, Rodi mengatakan jika ini menjadi pelajaran bagi setiap sekolah jika ingin melaksanakan kegiatan harus dipikirkan jauh-jauh. Harus dipersiapkan sematang mungkin dan terutama sopir bus harus menjaga kebugaran sebelum berangkat mengemudi.

Editorial Team

Related Article