Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Korban Dugaan Keracunan MBG di Nganjuk Bertambah, Capai 58 Siswa
Evakuasi korban diduga keracunan MBG di Nganjuk. Fok. Istimewa.
  • Jumlah siswa SMAN 3 Nganjuk yang mengalami dugaan keracunan usai menyantap MBG bertambah menjadi 58 orang, naik sembilan dari laporan sebelumnya.
  • Gejala seperti mual, pusing, dan muntah muncul beberapa jam setelah siswa mengonsumsi nasi goreng, ayam suwir, dan tahu bulat; korban dibawa ke sejumlah fasilitas kesehatan.
  • Dindik Jatim meminta sekolah berkoordinasi dengan SPPG dan mendorong evaluasi oleh BGN, sementara penyebab pasti masih menunggu pemeriksaan lebih lanjut.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Rabu (2/9/2026)

Sebanyak 58 siswa SMAN 3 Nganjuk mengalami gejala dugaan keracunan setelah menyantap menu MBG berupa nasi goreng.

sekitar pukul 10.00 WIB

Makanan MBG tiba di SMAN 3 Nganjuk dan dibagikan kepada para siswa.

sekitar pukul 14.00 WIB

Sejumlah siswa mulai mengeluhkan mual, pusing, dan muntah. Mereka kemudian dibawa ke fasilitas kesehatan untuk mendapat penanganan.

Sebelumnya

Laporan awal mencatat 49 korban. Dindik Jatim meminta sekolah berkoordinasi dengan SPPG dan mendorong evaluasi penyedia makanan oleh BGN.

kini

Penyebab pasti dugaan keracunan masih menunggu pemeriksaan lebih lanjut. Dindik Jatim terus memantau kondisi siswa dan berkoordinasi dengan pihak terkait.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
  • What?
    Jumlah siswa SMAN 3 Nganjuk yang mengalami gejala dugaan keracunan setelah menyantap makanan Makan Bergizi Gratis bertambah menjadi 58 orang.
  • Who?
    58 siswa SMAN 3 Nganjuk mengalami mual, pusing, dan muntah. Dindik Jawa Timur, sekolah, SPPG, serta Badan Gizi Nasional terlibat dalam penanganan dan evaluasi.
  • Where?
    Kejadian terjadi di SMAN 3 Nganjuk, Kabupaten Nganjuk. Siswa yang bergejala dibawa ke Puskesmas Begadung, RSUD Nganjuk, dan RS Bhayangkara.
  • When?
    Makanan tiba sekitar pukul 10.00 WIB pada Rabu, 2 September 2026. Sejumlah siswa mulai mengeluhkan kondisi kesehatan sekitar pukul 14.00 WIB.
  • Why?
    Penyebab pasti gejala masih menunggu pemeriksaan lebih lanjut. Hingga saat ini belum ada kepastian apakah nasi goreng, ayam suwir, tahu bulat, atau faktor lain menjadi penyebabnya.
  • How?
    Siswa mengambil dan menyantap menu MBG, lalu sebagian mengalami gejala beberapa jam kemudian. Mereka dibawa ke fasilitas kesehatan, sementara sekolah diminta berkoordinasi dengan SPPG untuk evaluasi.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Sebanyak 58 murid di SMAN 3 Nganjuk merasa tidak enak badan setelah makan nasi goreng dari program makan gratis. Mereka mual, pusing, dan muntah. Murid-murid dibawa ke puskesmas dan rumah sakit. Sekolah, Dinas Pendidikan, dan penyedia makanan sedang memeriksa kejadian ini. Penyebabnya masih belum diketahui.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Penanganan terhadap siswa yang mengalami gejala berlangsung melalui rujukan ke beberapa fasilitas kesehatan, sementara Dindik Jatim terus memantau kondisi mereka dan berkoordinasi dengan sekolah serta pihak terkait. Langkah untuk menghentikan sementara layanan dan mengevaluasi penyedia makanan juga menunjukkan adanya respons administratif sambil menunggu pemeriksaan penyebabnya.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Nganjuk, IDN Times - Korban dugaan keracunan setelah menyantap makanan program Makan Bergizi Gratis (MBG) di SMAN 3 Nganjuk terus bertambah. Data terbaru Dinas Pendidikan (Dindik) Jawa Timur (Jatim) mencatat 58 siswa mengalami gejala keracunan setelah menyantap menu nasi goreng, Rabu (2/9/2026).

Kepala Dindik Jatim, Aries Agung Paewai mengatakan, jumlah tersebut merupakan data terbaru yang diterima dari Kepala Cabang Dinas Pendidikan (Kacabdin) wilayah setempat.

“Info dari kacab kami di sana saat ini ada 58 (siswa),” ujarnya saat dikonfirmasi IDN Times.

Angka tersebut meningkat dari laporan sebelumnya yang mencatat 49 korban. Dengan demikian, terdapat tambahan sembilan siswa yang mengalami gejala setelah mengonsumsi makanan MBG yang dibagikan di sekolah.

Kasus dugaan keracunan tersebut bermula ketika makanan MBG tiba di SMAN 3 Nganjuk sekitar pukul 10.00 WIB. Para siswa kemudian mengambil dan menyantap makanan yang disediakan.

Beberapa jam kemudian, sekitar pukul 14.00 WIB, sejumlah siswa mulai mengeluhkan kondisi kesehatan. Gejala yang muncul antara lain mual, pusing hingga muntah.

Para siswa yang mengalami gejala kemudian dilarikan ke sejumlah fasilitas kesehatan untuk mendapatkan penanganan. Mereka di antaranya dibawa ke Puskesmas Begadung, RSUD Nganjuk, dan RS Bhayangkara.

Menu MBG yang dikonsumsi para siswa berupa nasi goreng dengan ayam suwir dan tahu bulat. Namun, hingga kini belum dapat dipastikan komponen makanan maupun faktor lain yang menjadi penyebab munculnya gejala tersebut.

Sebelumnya, Dindik Jatim meminta pihak sekolah berkoordinasi dengan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) menyusul kejadian tersebut. Aries juga mendorong agar SPPG yang menyediakan makanan dievaluasi oleh Badan Gizi Nasional (BGN).

“Iya, sementara kami minta sekolah koordinasi dengan SPPG agar sementara waktu untuk dievaluasi, mungkin sementara dari pihak BGN melakukan evaluasi terhadap SPPG tersebut,” katanya.

Dindik Jatim masih memantau perkembangan kondisi para siswa dan berkoordinasi dengan pihak sekolah serta jajaran terkait. Sementara itu, penyebab pasti dugaan keracunan masih menunggu pemeriksaan lebih lanjut.

Curated For You

Editorial Team

Related Article