Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

Perebutkan Rp150 Juta, Kompetisi Start Up Pertanian Ada di Banyuwangi

Kab. Banyuwangi
Perebutkan Rp150 Juta, Kompetisi Start Up Pertanian Ada di Banyuwangi
Unsplash.com/Max
Share Article

Banyuwangi, IDN Times – Pemkab Banyuwangi kembali menggelar Agribusisness Start Up Competition. Kompetisi bisnis rintisan pertanian ini digelar untuk melahirkan anak-anak muda yang terjun ke bisnis pertanian.

“Sering saya bilang, jangan semua ingin jadi Youtuber, pegawai bank, PNS. Liriklah sektor pertanian yang punya prospek cerah. Produk beras merah organik yang dikembangkan anak-anak muda dan petani Banyuwangi hingga bisa diekspor ke luar negeri bisa menjadi contoh betapa prospektifnya bisnis sektor pertanian,” imbuh Anas.,” ujar Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas, Rabu (10/4).

  1. 1. Regenerasi petani adalah salah satu isu terpenting sektor pertanian

    IDN Times/Beautiful Banyuwangi
    IDN Times/Beautiful Banyuwangi

    Berdasarkan Sensus Pertanian BPS, 61 persen petani berusia lebih dari 45 tahun, serta 72 persen berpendidikan SD. Jumlah rumah tangga petani terus menurun dari 79,5 juta (2008) menjadi 63,6 juta (2013).

    "Maka kita perlu kreatif melahirkan generasi muda petani inovatif, visioner, melek teknologi. Kompetisi ini salah satunya. Peserta kami batasi usia 17-30 tahun agar target anak mudanya tercapai,” kata Anas.

  2. 2. Terdapat dua kategori pada kompetisi ini

    IDN Times/Beautiful Banyuwangi
    IDN Times/Beautiful Banyuwangi

    Pertama, rintisan usaha pertanian yang telah berjalan maksimal tiga tahun. Kedua, proposal rencana bisnis (business plan). Bidang pertanian yang bisa diikuti pun luas, mulai pertanian, perkebunan, peternakan dan perikanan hingga beragam produk olahannya.

    “Kompetisi ini memperebutkan hadiah modal kerja Rp150 juta. Peserta terseleksi juga akan mengikuti berbagai workshop dan mentoring, mulai soal manajemen bisnis pertanian, leadership, hingga pemasaran digital dari para pakar dan pengusaha pertanian sukses. Sehingga rintisan usahanya makin terarah dan berdaya saing,” papar Anas.

  3. 3. Bupati Anas ajak milenial matangkan konsep Start Up-nya

    IDN Times/Beautiful Banyuwangi
    IDN Times/Beautiful Banyuwangi

    Kepala Dinas Pertanian Arief Setiawan menambahkan, rangkaian kompetisi agribisnis ini dimulai sejak Maret 2019. Sosialisasi digeber ke kampus, sekolah, dan komunitas anak muda. Dilanjutkan pembukaan pendaftaran online hingga 20 April 2019 melalui website Dinas Pertanian Banyuwangi.

    “Dalam proposal, para peserta diwajibkan memberi gambaran dampak positif bisnis yang dikembangkannya. Misalnya, berapa jumlah tenaga kerja yang terserap dan persebaran manfaatnya bagi warga. Khusus kategori business plan harus membuat proposal perencanaan bisnisnya. Akan dinilai sejauh mana proposal tersebut dapat diterapkan. Silakan anak-anak muda berkreasi. Bikin bisnis olahan beras, pengembangan perikanan organik, peternakan, sayur, buah, dan sebagainya,” pungkas Arief.

Share Article
Editorial Team

Related Articles

See More