Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Koma Dua Pekan, PMI Asal Madiun Dikabarkan Meninggal di Hong Kong
Para pekerja migran Indonesia di Hong Kong saat menikmati hari liburnya. IDN Times/Faiz Nashrillah

Madiun, IDN Times – Seorang Pekerja Migran Indonesia (PMI) asal Madiun dilaporkan meninggal di Hong Kong. Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Kabupaten Madiun tengah menunggu informasi resmi tentang meninggalnya PMI yang bernama Siti Saropah (39) itu Perempuan itu diketahui berasal dari Desa Nglandung, Kecamatan Geger, Kabupaten Madiun.

“Pihak KJRI (Konsulat Jenderal Republik Indonesia) Hong Kong belum memberi tanggapan,” kata Kabid Penempatan Tenaga Kerja dan Perluasan Kesempatan Kerja, Disnaker setempat, Hengky Sukarno, Selasa (22/3/2022).

1.Dinyatakan sempat koma dua pekan

Pekerja migran di Hong Kong menghabiskan akhir pekan dengan berjalan-jalan di sebuah taman di daerah Tsing Yi, Hong Kong. (IDN Times/Faiz Nashrillah)

Dengan alasan itu, ia belum belum dapat memastikan penyebab kematian PMI bersangkutan. Demikian halnya dengan jadwal pemulangan jenazah ke kampung halaman. “Kami masih menunggu informasi resmi soal itu. Yang terpenting kebenaran dari kabar itu bisa dipastikan terlebih dulu,” ujar Hengky saat dihubungi melalui sambungan telepon seluler.

Namun demikian, sejumlah informasi menyatakan bahwa penyebab kematian Siti Saropah usai mendapatkan vaksin COVID-19 dosis ketiga di Hong Kong. Perempuan itu sempat koma dan dirawat di rumah sakit selama dua pekan. Hingga akhirnya menutup mata. Kabar itu diterima pihak keluarga Siti dari rekan PMI yang sama-sama bekerja di Hong Kong melalui handphone, akhir pekan lalu.

2.Pihak keluarga pasrah

Ilustrasi Pekerja Migran Indonesia. IDN Times/.istimewa

Sumini, ibu Siti mengungkapkan bahwa anaknya dikabarkan sempat koma selama dua pekan sebelum meninggal dunia. “Dapat kabar kalau anak saya masuk ke rumah sakit dalam keadaan tidak sadar. Saya juga belum tahu pasti penyebab kematiannya,” ujar perempuan sepuh itu.

Terkait riwayat kesehatan Siti, Sumini menyatakan bahwa anaknya mempunyai darah tinggi atau hipertensi sejak masih kecil. Sumini berharap, jika informasi tentang meninggalnya Siti Saropah benar, maka pihak keluarga berharap agar proses pemulangan jenazah segera dilakukan.

3.Belum pernah pulang selama 13 tahun di Hong Kong

Pekerja migran di Hong Kong menghabiskan akhir pekan dengan berjalan-jalan di sebuah taman di daerah Tsing Yi, Hong Kong. (IDN Times/Faiz Nashrillah)

Sementara itu, Kepala Desa Nglandung, Pamuji menyatakan bahwa pihaknya telah mengoordinasikan kabar kematian Siti Saropah kepada petugas Disnaker, Kabupaten Madiun. Maka, hingga kini juga masih menunggu informasi resmi dari pihak terkait.

“Sesuai prosedur, kami memproses masalah ini. Dalam hal ini berkomunikasi dengan pihak Disnaker,” ujar dia.

Sementara itu, Siti Saropah merantau ke Hong Kong sejak 13 tahun lalu. Hingga kini, dinyatakan belum pernah pulang ke kampung halaman. Namun demikian, komunikasi melalui sambungan telepon seluler masih sering dilakukannya dengan pihak keluarga.

Curated For You

Editorial Team

Related Article