Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Khofifah Pacu Koperasi Merah Putih Jadi Pusat Penyangga Pangan Jatim
Gubernur Jawa Timur (Jatim) Khofifah Indar Parawansa saat meninjau Koperasi Kelurahan Merah Putih (KKMP) Tukangkayu, Banyuwangi. Dok. Pemprov Jatim.
  • Khofifah Indar Parawansa mendorong Koperasi Merah Putih jadi pusat distribusi kebutuhan pokok di Jatim dengan dukungan pasokan dari Bulog dan Pertamina Patra Niaga.
  • Seluruh KDKMP di Jatim telah berbadan hukum sejak Juli 2025, dan Pemprov tengah memastikan koperasi beroperasi optimal serta mendapat regulasi jelas terkait akses distribusi pangan.
  • Khofifah ingin KDKMP juga jadi pemasok bahan pangan untuk Program Makan Bergizi Gratis, sambil memperkuat kemitraan dengan lembaga seperti Bulog, Pertamina, dan ID Food.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Banyuwangi, IDN Times - Gubernur Jawa Timur (Jatim) Khofifah Indar Parawansa mendorong Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) menjadi pusat distribusi kebutuhan pokok masyarakat. Ia a meminta penguatan ekosistem koperasi melalui kemudahan akses pasokan beras, Minyakita, hingga LPG 3 kilogram dari Perum Bulog dan PT Pertamina Patra Niaga.

Hal itu disampaikan Khofifah saat meninjau Koperasi Kelurahan Merah Putih (KKMP) Tukangkayu, Banyuwangi. Menurutnya, koperasi tidak hanya harus memiliki legalitas, tetapi juga didukung sistem distribusi yang mampu menjamin ketersediaan kebutuhan pokok bagi masyarakat.

"Saya ingin memastikan proses akses ke Bulog dan Pertamina Patra Niaga bisa efektif. Jangan sampai masyarakat datang ke koperasi tetapi beras SPHP tidak tersedia, Minyakita tidak tersedia, atau LPG 3 kilogram juga tidak tersedia. Ketersediaan stok harus dijaga oleh seluruh ekosistem," ujarnya.

Khofifah menjelaskan seluruh KDKMP di Jatim telah berbadan hukum sejak Juli 2025. Saat ini, Pemprov Jatim sedang melakukan identifikasi terhadap seluruh koperasi untuk memastikan masing-masing mampu beroperasi secara optimal dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.

Sementara tantangan yang masih dihadapi adalah mekanisme distribusi komoditas pokok dari Bulog dan Pertamina Patra Niaga. Khofifah berharap regulasi yang mengatur akses pasokan tersebut segera diterbitkan pemerintah pusat.

"KDKMP akan berkembang jika didukung seluruh ekosistem, mulai pemerintah daerah, Bulog, distributor, hingga masyarakat sebagai konsumen. Yang juga dibutuhkan adalah regulasi yang memberikan kepastian," katanya.

Khofifah juga mengapresiasi KKMP Tukangkayu yang berhasil masuk 10 besar Koperasi Merah Putih terbaik di Jatim. Ia menilai capaian tersebut menunjukkan koperasi mampu menjadi motor penggerak ekonomi kerakyatan apabila dikelola secara profesional.

Selain memperkuat distribusi kebutuhan pokok, Khofifah mendorong KDKMP mendapat peluang menjadi pemasok bahan pangan bagi Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) dalam Program Makan Bergizi Gratis (MBG).

"Kalau SPPG setempat dapat menyuplai kebutuhan pokok melalui KDKMP, tentu ini akan menjadi kekuatan ekonomi yang besar. Karena itu dukungan lurah, kepala desa, masyarakat, serta pemerintah kabupaten sangat penting," ungkapnya.

Khofifah juga meminta koperasi terus meningkatkan kualitas produk, termasuk memenuhi sertifikasi halal, serta memperkuat kemitraan dengan berbagai lembaga seperti Bulog, Pertamina Patra Niaga, PT Pos Indonesia, Himbara, dan ID Food agar pelayanan kepada masyarakat semakin optimal.

Curated For You

Editorial Team

Related Article