Kendaraan Dinas Beralih ke Listrik, Pemkot Surabaya Gandeng ITS

Surabaya, IDN Times - Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya berencana mengganti seluruh kendaraan operasional roda dua dengan motor listrik. Pemkot pun tengah menjalin kerjasama dengan Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Surabaya.
Wali Kora Surabaya, Eri Cahyadi mengatakan, kerjasama antara Pemkot dengan ITS tersebut, terkait dengan pengembangan teknologi motor listrik. ITS selama ini tengah mengembangkan kendaraan listrik.
"Jadi beliau (ITS) ada teknologi listrik, nanti dikembangkan dengan perusahaan mana, kita bisa membeli itu. Jadi kita bisa memberdayakan masyarakat juga," ujar Eri.
Peralihan motor BBM ke listrik tentu harus didukung dengan penyediaan Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum (SPKLU). Karenanya, saat ini ITS juga tengah menyiapkan teknologi SPKLU.
"Pak Rektor (ITS) sudah menyiapkan juga, ada CCTV-nya, termasuk listriknya nanti kita siapkan. Jadi sudah disiapkan teknologi-teknologi itu," sebutnya.
Melalui karya dari ITS tersebut, ingin menunjukkan bahwa anak bangsa juga mampu menciptakan teknologi yang jauh lebih baik dari luar negeri. Ini sebagaimana juga menjadi komitmen pemkot dan DPRD dalam mengutamakan penggunaan karya anak bangsa.
"Saya punya komitmen dengan DPRD, karya anak bangsa kita utamakan. Dan itu pembuktian bahwa karya anak bangsa Indonesia bisa dimulai dari anak Surabaya," tandasnya.
Selain itu, Pemkot Surabaya tengah mendata kendaraan operasional motor BBM. Setelah pendataan itu rampung, seluruh kendaraan itu akan dijual melalui balai lelang pada bulan September atau Oktober 2023.
"Ini sudah didata, kita juga akan lihat mungkin di bulan September - Oktober kita akan lelang semuanya. Karena lelang kan yang bisa balai lelang, kita kan tidak bisa melelang sendiri," kata dia
Ia juga memastikan telah meminta jajarannya untuk mendata seluruh motor operasional roda dua non-listrik. Ia menargetkan, pada tahun 2024 seluruh kendaraan operasional roda dua pemkot sudah menggunakan motor listrik.
"Ini masih didata sama teman-teman. Pokoknya semuanya saya minta tidak ada lagi motor roda dua yang non-listrik di tahun 2024," ujar mantan Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Kota (Bappeko) Surabaya tersebut.
Motor BBM yang akan dilelang itu bukan hanya dalam kondisi rusak. Tetapi juga seluruh kendaraan operasional pemkot yang kondisinya masih laik jalan
"Karena kita punya komitmen bahwa kita harus menjaga lingkungan. Kan hari ini juga terkait emisi gas buang dari semua kendaraan, kita fokuskan. Karena lingkungan ini salah satu bentuk pergantian pemerintah kepada masyarakatnya," jelasnya.
Lebih dari itu, Cak Eri juga menyebut bahwa Surabaya merupakan kota urbanisasi. Maka secara otomatis, Kota Surabaya juga menjadi jujugan kendaraan masyarakat dari luar daerah.
"Karena mau tidak mau Surabaya ini kota urbanisasi, banyak yang masuk ke Surabaya. Jadi salah satunya adalah dengan contoh (motor listrik) itu," pungkas dia.

















