Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Kebakaran Gunung Lawu di Ngawi Sulit Dijangkau, 50 Hektar Ludes
Titik api di petak 41 yang masuk wilayah RPH Campurejo, BKPH Lawu Utara, KPH Ngawi sulit untuk dipadamkan. IDN Times/Riyanto.
  • Kebakaran hutan di Gunung Lawu wilayah Ngawi sejak Selasa membakar sekitar 50 hektare, meliputi hutan lindung dengan tanaman eucalyptus dan kopi.
  • Medan terjal membuat petugas hanya dapat mendekat hingga sekitar 500 meter dari api; angin kencang dan kondisi hutan kering mempercepat perambatan.
  • Tim gabungan membuat sekat bakar dan mengajukan water bombing kepada BNPB serta Pemprov Jatim, sementara api masih mengancam Petak 39 hingga Rabu malam.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Ngawi, IDN Times Kebakaran hutan di kawasan Gunung Lawu yang masuk wilayah Kabupaten Ngawi, Jawa Timur, belum sepenuhnya terkendali. Medan yang terjal membuat petugas kesulitan mendekati titik api hingga kobaran api terus meluas dan diperkirakan telah membakar sekitar 50 hektare hutan.

Kebakaran diketahui terjadi sejak Selasa (15/9/2026) sekitar pukul 10.00 WIB. Api pertama kali muncul di Petak 42E, kemudian merambat ke Petak 41 yang masuk wilayah RPH Campurejo, BKPH Lawu Utara, KPH Ngawi.

Sehari berselang, Rabu (16/9/2026), kepulan asap tebal masih terlihat membumbung dari lereng Gunung Lawu. Api membakar kawasan hutan lindung yang ditumbuhi tanaman eucalyptus dan kopi.

Upaya pemadaman melalui jalur darat menghadapi kendala serius. Titik api berada di kawasan dengan kontur yang terjal sehingga sulit dijangkau kendaraan maupun petugas.

Sejumlah personel gabungan bahkan hanya bisa mendekat hingga sekitar 500 meter dari lokasi kobaran. Kondisi medan yang berisiko membuat petugas tidak bisa memaksakan diri mendekati titik api.

Sebagai langkah pengendalian, petugas membuat ilaran atau sekat bakar di sejumlah lokasi yang memungkinkan. Cara ini dilakukan untuk memperlambat sekaligus menghambat pergerakan api agar tidak semakin meluas.

Wakil Bupati Ngawi Dwi Rianto Jatmiko mengatakan pihaknya telah meminta bantuan pemadaman dari udara karena kondisi medan menyulitkan penanganan melalui jalur darat.

"Upaya yang kita lakukan membuat ilaran karena kebakaran sulit dijangkau. Kita juga sudah meminta bantuan water bombing," ujarnya.

Kondisi kebakaran hingga Rabu siang masih belum sepenuhnya terkendali. Api dilaporkan terus bergerak dan mulai mengancam kawasan Petak 39 yang masuk wilayah RPH Manyul, BKPH Lawu Utara.

Kencangnya angin menjadi salah satu faktor yang menyulitkan pengendalian. Kondisi hutan yang relatif kering membuat api lebih mudah merambat dari satu titik ke titik lainnya.

Miran, warga yang turut membantu penanganan kebakaran, mengatakan warga bersama petugas beberapa kali harus berjalan kaki menuju lokasi untuk memantau sekaligus membantu penanganan.

"Kemarin siang kita naik, namun turun lagi mengambil bekal. Malam jam 7 kita naik lagi, di sana api sudah membakar hutan lindung tanaman kopi. Luasannya sudah 50 hektare," katanya.

Dengan akses darat yang terbatas, petugas mengajukan bantuan helikopter untuk melakukan water bombing kepada BNPB dan Pemerintah Provinsi Jawa Timur.

Sementara itu, personel gabungan dari TNI-Polri, Perhutani, BPBD, dan masyarakat masih melakukan koordinasi untuk mencari akses yang memungkinkan menuju titik kebakaran.

Pemantauan terhadap pergerakan api juga terus dilakukan. Petugas membuat sekat bakar di sejumlah lokasi strategis guna mencegah kobaran menjalar lebih jauh ke kawasan hutan lainnya.

Hingga Rabu malam, api dan kepulan asap masih terlihat dari lereng Gunung Lawu. Petugas masih berjibaku mengendalikan kebakaran di tengah medan yang terjal serta kondisi angin yang berubah-ubah.

Curated For You

Editorial Team

Related Article