Lumajang, IDN Times - Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) kawasan Gunung Semeru, Kabupaten Lumajang masih dalam proses penanganan. Hingga Sabtu (5/9/2026) luas area yang terbakar mencapai 1.888,91 hektare area.
Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik (Darlog) BPBD Jawa Timur, Sartriyo Nurseno mengatakan, BPBD Provinsi Jatim bersama tim gabungan saat ini melaksanakan upaya pemadaman secara manual pada titik api di wilayah Pos 1, Pos 2, dan Pos 3 serta di area krepelan atau sebelum Ranu Pani.
"Luas lahan terbakar kurang lebih 1.888,91 hektar area, data berkembang," ujar Satriyo kepada IDN Times, Sabtu (5/9/2026).
Ia menyebut, area yang terbakar adalah Blok Ranu Kembang, Desa Ranupane, Kecamatan Senduro, Wilayah Pos 1 Pendakian lokasi tepat berada di tebing punggungan, jalur ayak-ayak atau kawasan Ranu kembang dan Barat Ranu Kumbolo Desa Ngadas, Kecamatan Poncokusumo, Kabupaten Malang.
Selain Semeru, karhutla juga terjadi di lima gunung dan bukit di Jawa Timur. Loma titik itu berada di Gunung Arjuno-Welirang, Buthak, Wilis, Kawasan Gunung Ijen dan Bukit Sariwani, Probolinggo.
Seperti diketahui, Karhutla terjadi di kawasan Gunung Semeru, Kabupaten Lumajang, Jawa Timur, pada Rabu (26/8/2026). Area yang terbakar berada di Ranu Kembang, sebelah barat Pos 4 jalur pendakian Semeru, Desa Ranu Pani, Kecamatan Senduro, Kabupaten Lumajang.
Sebanyak 170-an pendaki telah dievakuasi dari area kemah Danau Ranu Kumbolo. Seluruh pendaki dievakuasi dalam kondisi sehat dan selamat.
