Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Karhutla Mulai Meluas di Jatim, 15 Kejadian Hanguskan 110 Hektare
Karhutla di kawasan R. Soerjo Mojokerto. Dok. BPBD Jatim.
  • BPBD Jatim mencatat 15 kejadian karhutla sejak awal Juni hingga pertengahan Juli 2026 dengan total area terbakar hampir 110 hektare di berbagai kabupaten.
  • Pemerintah Provinsi Jatim menetapkan Status Siaga Darurat Kekeringan dan Karhutla sejak 26 Mei 2026 selama 133 hari untuk mempercepat penanganan kebakaran.
  • BPBD bersama TNI, Polri, dan instansi terkait meningkatkan patroli serta mengimbau masyarakat agar tidak membakar lahan atau membuang puntung rokok sembarangan.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Surabaya, IDN Times - Kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) mulai meningkat seiring memasuki puncak musim kemarau di Jawa Timur (Jatim). Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jatim mencatat sedikitnya 15 kejadian Karhutla terjadi sejak awal Juni hingga pertengahan Juli 2026 dengan total luas area terbakar mencapai 109,96 hektare.

Data BPBD Jatim menunjukkan kebakaran terjadi di sejumlah daerah, antara lain Kabupaten Probolinggo, Ponorogo, Blitar, Situbondo, Bojonegoro, Trenggalek, Lumajang, Mojokerto, Jombang, dan Pasuruan. Luasan kebakaran terbesar terjadi di Kabupaten Blitar yang mencapai 50 hektare, disusul Ponorogo sebanyak 15 hektare pada satu lokasi kejadian.

Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Jawa Timur, Satriyo Nurseno, mengatakan tren karhutla diperkirakan masih akan meningkat mengingat Jatim saat ini memasuki puncak musim kemarau.

"Memang saat ini sudah memasuki musim kemarau sehingga potensi kebakaran hutan dan lahan meningkat. Kami mengimbau masyarakat tidak melakukan pembakaran lahan, tidak membuang puntung rokok sembarangan, serta segera melapor apabila menemukan titik api," ujarnya saat dikonfirmasi, Selasa (21/7/2026).

Satriyo menjelaskan, Pemerintah Provinsi Jawa Timur telah menetapkan Status Siaga Darurat Kekeringan dan Kebakaran Hutan dan Lahan sejak 26 Mei 2026. Status tersebut berlaku selama 133 hari dan menjadi dasar percepatan penanganan apabila terjadi kebakaran.

BPBD Jatim bersama TNI, Polri, Perhutani, Manggala Agni, BPBD kabupaten/kota, serta relawan terus meningkatkan patroli dan pemantauan wilayah rawan kebakaran. Selain itu, koordinasi lintas instansi juga diperkuat melalui rapat teknis dan apel siaga pengendalian karhutla.

Berdasarkan prediksi BMKG, puncak musim kemarau di Jawa Timur diperkirakan berlangsung pada Juli hingga Agustus 2026. Kondisi cuaca yang lebih kering akibat pengaruh El Nino membuat potensi kebakaran hutan dan lahan meningkat dibandingkan tahun sebelumnya.

BPBD Jatim juga telah menyiapkan berbagai sarana pendukung penanganan bencana, mulai dari mobil tangki air, pompa berkapasitas besar, kendaraan logistik, hingga peralatan komunikasi yang siap dikerahkan apabila terjadi kebakaran.

Satriyo mengingatkan sebagian besar kebakaran hutan dan lahan dipicu aktivitas manusia, sehingga kewaspadaan masyarakat menjadi faktor penting untuk mencegah meluasnya karhutla selama musim kemarau tahun ini.

Curated For You

Editorial Team

Related Article