Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Karhutla Ijen Belum Padam, Heli Water Bombing Digeser dari Semeru
Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jatim memperkuat operasi pemadaman dengan mengerahkan personel tambahan sekaligus menggeser helikopter water bombing. Dok. BPBD Jatim.
  • Karhutla di TWA Kawah Ijen sejak 3 September 2026 belum padam hingga 6 September, membakar sekitar 20 hektare.
  • BPBD Jatim mengalihkan helikopter water bombing dari Semeru dan memperkuat tim darat, tetapi angin kencang serta kabut membatasi operasi udara menjadi dua kali.
  • Pemadaman menyasar dua lokasi di Banyuwangi dan Bondowoso, didukung modifikasi cuaca; wisata Kawah Ijen ditutup sementara sejak 4 September 2026.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
3 September 2026

Karhutla mulai membara di kawasan TWA Kawah Ijen, Banyuwangi.

4 September 2026

TWA Kawah Ijen di wilayah Bondowoso dan Banyuwangi ditutup sementara untuk meminimalkan risiko bagi pengunjung.

6 September 2026

Api belum sepenuhnya padam dan telah membakar sekitar 20 hektare.

hari ini

Helikopter water bombing PK-DAP digeser dari Gunung Semeru ke Ijen. Operasi udara hanya dilakukan dua kali dengan total 2.000 liter air akibat angin kencang dan kabut tebal.

Saat ini

Tim darat difokuskan menangani titik api di sebelah barat Kawah Ijen. Operasi pemadaman menyasar Gunung Merapi Ungup-Ungup dan Dusun Curahmacan.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
  • What?
    Kebakaran hutan dan lahan di TWA Kawah Ijen belum sepenuhnya padam hingga 6 September 2026, dengan sekitar 20 hektare area terbakar. Operasi pemadaman darat, water bombing, dan modifikasi cuaca dilakukan.
  • Who?
    BPBD Jawa Timur, tim gabungan darat, BKSDA, Pemerintah Kabupaten Banyuwangi, serta helikopter PK-DAP terlibat dalam penanganan kebakaran. Pengunjung wisata terdampak penutupan sementara TWA Kawah Ijen.
  • Where?
    Operasi difokuskan di sebelah barat Kawah Ijen, termasuk Gunung Merapi Ungup-Ungup di Desa Tamansari, Kecamatan Licin, Banyuwangi, dan Dusun Curahmacan, Desa Kalianyar, Kecamatan Ijen, Bondowoso.
  • When?
    Api membara sejak Kamis, 3 September 2026, dan masih belum padam hingga Minggu, 6 September 2026. TWA Kawah Ijen ditutup sementara sejak 4 September 2026 hingga waktu yang belum ditentukan.
  • Why?
    BPBD Jatim memperkuat pemadaman untuk mempercepat penanganan karhutla, menindaklanjuti permintaan BKSDA dan Bupati Banyuwangi melalui status tanggap darurat, serta mengurangi risiko bagi pengunjung.
  • How?
    Helikopter PK-DAP menjatuhkan 2.000 liter air dalam dua kali water bombing. Tim darat melakukan penyisiran dan pemadaman manual memakai alat gepyok, fire ball, dan jet shooter; OMC juga menebar 800 kilogram NaCl.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Api hutan di Kawah Ijen masih menyala sejak Kamis. Api membakar sekitar 20 hektare. BPBD Jatim membawa helikopter dari Semeru untuk menjatuhkan air, tapi angin kencang dan kabut membuatnya cuma bisa dua kali. Tim juga memadamkan api di darat. Kawah Ijen ditutup dulu untuk pengunjung.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Pengerahan helikopter, tambahan personel, peralatan manual, serta operasi modifikasi cuaca menunjukkan penanganan karhutla Ijen dilakukan secara terpadu meski cuaca dan medan membatasi operasi. Fokus pada titik api yang dapat dijangkau dan penutupan sementara kawasan wisata juga mencerminkan perhatian terhadap keselamatan petugas, pengunjung, serta kawasan terdampak.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Banyuwangi, IDN Times - Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di kawasan Taman Wisata Alam (TWA) Kawah Ijen, Banyuwangi, terus membara sejak Kamis (3/9/2026). Hingga Minggu (6/9/2026), api masih belum sepenuhnya padam dan telah membakar area sekitar 20 hektare.

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jatim memperkuat operasi pemadaman dengan mengerahkan personel tambahan sekaligus menggeser helikopter water bombing yang sebelumnya digunakan untuk menangani kebakaran di kawasan Gunung Semeru, Lumajang.

"Helikopter yang sebelumnya melakukan aksi water bombing di kawasan Gunung Semeru, mulai hari ini, kita geser ke Ijen, untuk membantu percepatan," ujar Kalaksa BPBD Jatim Gatot Soebroto saat dikonfirmasi.

Helikopter PK-DAP berkapasitas 1.000 liter diterjunkan untuk menjatuhkan air langsung ke kawasan terdampak. Namun, operasi udara pada hari pertama di Ijen belum bisa dilakukan maksimal. Kondisi angin yang sangat kencang disertai kabut tebal membatasi penerbangan sehingga water bombing hanya dapat dilakukan dua kali dengan total 2.000 liter air.

"Untuk hari ini, aksi water bombing yang menggunakan Helikopter PK-DAP berkapasitas 1.000 liter ini hanya mampu dilakukan sebanyak dua kali, dengan curahan air sebanyak 2.000 liter. Keterbatasan terbang itu disebabkan karena kondisi angin di kawasan Gunung Ijen sangat kencang dan cuaca juga berkabut tebal," jelas Gatot.

Selain operasi udara, BPBD Jatim mengerahkan personel untuk memperkuat tim gabungan di darat. Penyisiran dilakukan menuju titik-titik yang masih memungkinkan dijangkau dengan mempertimbangkan kondisi medan yang terjal dan aksesibilitas lokasi.

"Kami juga menerjunkan sejumlah personel untuk bergabung dengan tim darat yang akan melakukan penyisiran lewat darat," terang Gatot.

Tim gabungan juga membawa peralatan untuk mendukung pemadaman manual, mulai dari 10 unit alat gepyok, 12 fire ball, tiga unit jet shooter hingga sejumlah alat pelindung diri (APD).

Saat ini, tim darat difokuskan menangani titik api di sebelah barat Kawah Ijen. Strategi pemadaman manual dilakukan pada area yang dapat dijangkau dengan berjalan kaki, sementara kondisi medan menjadi salah satu faktor utama dalam menentukan akses tim menuju lokasi kebakaran.

Dua lokasi masih menjadi sasaran operasi pemadaman tim gabungan, yakni kawasan Gunung Merapi Ungup-Ungup di Desa Tamansari, Kecamatan Licin, Kabupaten Banyuwangi, serta Dusun Curahmacan, Desa Kalianyar, Kecamatan Ijen, Kabupaten Bondowoso.

Upaya pemadaman tidak hanya mengandalkan operasi darat dan water bombing. Tim gabungan BPBD Jatim juga telah melaksanakan Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) untuk membantu percepatan penanganan karhutla sekaligus mengantisipasi dampak kekeringan.

OMC dilaksanakan pada pukul 13.12 WIB sebanyak satu sorti menggunakan pesawat CASA NC212/A-2104. Sebanyak 800 kilogram NaCl disebar di wilayah Lumajang, Jember, dan Banyuwangi.

Kebakaran yang tak kunjung padam ini juga berdampak langsung terhadap aktivitas wisata di kawasan Ijen. Untuk meminimalkan risiko terhadap pengunjung, TWA Kawah Ijen di wilayah Kabupaten Bondowoso dan Banyuwangi ditutup sementara sejak 4 September 2026 hingga waktu yang belum ditentukan.

Penanganan karhutla Ijen dilakukan BPBD Jatim sebagai tindak lanjut permintaan Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) dan Bupati Banyuwangi melalui penerbitan status tanggap darurat.

Curated For You

Editorial Team

Related Article