Probolinggo, IDN Times - Kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) di kawasan Wisata Gunung Bromo mulai mereda, Jumat (14/7/2026). Kondisi terakhir, titik api sudah tak ditemukan di lokasi.
Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jawa Timur, Gatot Soebroto mengatakan, berdasarkan pemantauan di lapangan, petugas sudah tidak menemukan titik api di kawasan wisata Bromo.
"Hari ini tidak ditemukan titik api, dan semoga sudah tidak ada lagi kebakaran," ujarnya kepada IDN Times.
Meski sudah tidak lagi ditemukan titik api, pihaknya masih berjibaku dengan asap di kawasan wisata tesebut. Petugas sedang melakukan proses pembasahan area yang terbakar. "Pembasahan saja sejak pagi," tuturnya.
Di samping itu, petugas juga tengah melakukan pemantauan dan penyisiran apabila masih ditemukan adanya titik api.
Sebelumnya,bBPBD Jawa Timur secara resmi merilis update Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) Gunung Bromo telah mencapai 1.120,3 hektare. Artinya dampak karhutla kali ini telah melewati karhutla tahun 2023 yang disebabkan flare kegiatan foto pre-wedding yang dilaporkan membakar 989 hektare hutan.
Luas lahan yang terbakar saat ini di Gunung Bromo mencapai 1.120,3 hektare dengan jenis vegetasi cemara gunung, mentigen, akasia, dan semak belukar. Sementara wilayah yang masih terdampak kebakaran hutan saat ini meluas di kawasan Pakis Bincil dan Bukit Cinta, kemudian api mengarah ke Sruni Point.
Gatot mengungkapkan bahwa pada Kamis (13/8/2026) 3 helikopter telah melakukan water bombing dengan menerjunkan 64 ribu liter air yang diambil dari Ranupani dan Ranu Regulo. Namun, kabut dan kepulan asap menyebabkan operasi water bombing tidak bisa dimaksimalkan karena visibilitas yang kurang menuju titik target, sehingga operasi di hentikan sementara pukul 12.41 WIB dan 13.22 WIB.
