Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Karhutla Arjuno-Welirang Makin Ganas, 146 Hektare Lahan Terbakar
Pos perijinan Gunung Arjuno-Welirang. (IDN Times/Khusnul Hasana)
  • Karhutla di Tahura Raden Soerjo, Gunung Arjuno-Welirang, diperkirakan membakar sekitar 146 hektare lahan, dengan luas pasti akan diverifikasi setelah pemadaman selesai.
  • Petugas gabungan masih memadamkan satu titik api di lereng menuju Puncak Arjuno yang curam, menggunakan helikopter water bombing BNPB berkapasitas 1.000 liter air.
  • Titik api lain telah padam, sementara evaluasi dampak flora-fauna ditunda; penyebab kebakaran belum pasti, meski indikasi awal mengarah pada aktivitas manusia.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Surabaya, IDN Times - Kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) di kawasan Tahura Raden Soerjo, Gunung Arjuno-Welirang, diperkirakan telah melahap sekitar 146 hektare lahan. Hingga kini, petugas gabungan masih berjibaku memadamkan satu titik api yang bertahan di lereng menuju Puncak Arjuno.

Kepala Dinas Kehutanan Jawa Timur (Jatim) Jumadi, mengatakan angka tersebut masih merupakan estimasi sementara. Luasan lahan terdampak baru akan diverifikasi setelah seluruh rangkaian pemadaman benar-benar tuntas. "140-an hektare (perkiraan terdampak karhutla), yang pertama rilis ya, sebelum nanti ada kejadian lagi belum yang kemarin," ujarnya, Selasa (25/8/2026).

Jumadi membeberkan, kondisi medan menjadi salah satu tantangan terbesar dalam proses pemadaman. Titik api yang tersisa berada di lereng dengan kemiringan sekitar 60-70 derajat, sehingga sulit dijangkau personel melalui jalur darat.

Sehingga, operasi pemadaman kembali mengandalkan helikopter water bombing bantuan BNPB. Helikopter tersebut memiliki kapasitas membawa sekitar 1.000 liter air dalam sekali pengangkutan. "Sekarang masih dilakukan water bombing. Titik-titik lain seperti di Kembar 1, Kembar 2, dan sekitar Lapangan Kotak sudah padam. Tinggal satu titik yang sedang difokuskan," jelasnya.

Untuk menjaga operasi udara tetap berjalan, pengisian air dilakukan dari sejumlah sumber. Petugas memanfaatkan kolam Kaliandra, Taman Safari, hingga tandon air yang disiapkan BPBD Pasuruan di Lapangan Kaliandra.

Jumadi memastikan titik-titik api lainnya telah berhasil dipadamkan. Namun, satu titik di lereng menuju Puncak Arjuno masih menjadi perhatian karena lokasinya sulit dijangkau dan berpotensi kembali berkembang apabila tidak segera dikendalikan.

Sementara itu, evaluasi terhadap dampak kebakaran terhadap flora dan fauna belum dilakukan. Seluruh personel masih diprioritaskan untuk memastikan api benar-benar padam. "Kita konsentrasi dulu pada pemadaman. Setelah itu baru kita evaluasi dampaknya terhadap habitat," katanya.

Terkait penyebab kebakaran, Dinas Kehutanan Jatim belum dapat memastikan apakah karhutla tersebut dipicu kesengajaan atau kelalaian manusia. Namun, indikasi awal mengarah pada aktivitas manusia sebagai sumber munculnya api. "Kalau api yang membawa pasti manusia. Tapi sengaja atau tidak, itu yang belum kita ketahui," pungkas Jumadi.

Curated For You

Editorial Team

Related Article