Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Kabar Gembira! 1.100 Beasiswa Santri Dibuka
Peluncuran Program Beasiswa Lembaga Pengembangan Pesantren dan Diniyah (LPPD) Jatim 2026 dilakukan langsung oleh Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa di Kantor Sekretariat Daerah Provinsi Jatim. Dok. Pemprov Jatim.
  • Pemprov Jawa Timur membuka 1.100 beasiswa bagi santri dan mahasiswa pesantren tahun 2026, termasuk jalur baru bidang STEM di perguruan tinggi negeri.
  • Program ini bertujuan memperluas akses pendidikan santri ke disiplin ilmu strategis serta memperkuat SDM pesantren agar siap menghadapi kebutuhan dunia kerja modern.
  • Selama enam tahun, program LPPD telah menjangkau hampir 8.000 penerima, dan Pemprov Jatim menargetkan lahirnya sekitar 250 doktor baru dari lingkungan pesantren hingga 2029.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Surabaya, IDN Times - Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Timur (Jatim) membuka 1.100 kuota beasiswa bagi santri dan mahasiswa pesantren pada 2026. Yang menarik, untuk pertama kalinya program beasiswa pesantren tidak hanya menyasar bidang keagamaan, tetapi juga membuka jalur khusus Science, Technology, Engineering, and Mathematics (STEM) di perguruan tinggi negeri.

Khofifah mengatakan, pembukaan jalur STEM menjadi terobosan baru untuk memperluas akses pendidikan santri sekaligus memperkuat kualitas sumber daya manusia (SDM) pesantren agar mampu bersaing di tengah perkembangan teknologi dan kebutuhan dunia kerja masa depan. "Tahun ini yang baru lagi adalah santri-santri dari berbagai pondok pesantren sudah mendapat kesempatan untuk bisa masuk pada program dalam payung STEM. Program ini diharapkan bisa menguatkan diversifikasi profesi yang berbasis pesantren," ujarnya, Kamis (11/6/2026).

Menurutnya, pengembangan SDM pesantren tidak bisa hanya bertumpu pada bidang keagamaan semata. Santri perlu diberi ruang lebih luas untuk masuk ke berbagai disiplin ilmu strategis yang menjadi kebutuhan pembangunan nasional.

Program beasiswa yang sebelumnya mencakup jenjang sarjana (S1), magister (S2), doktor (S3), hingga studi ke Universitas Al-Azhar Kairo, Mesir, kini diperluas dengan jalur STEM. "Tentu kita ingin santri memiliki kesempatan yang sama untuk mengakses pendidikan tinggi berkualitas, termasuk di bidang sains dan teknologi," katanya.

Dalam program tahun ini, Pemprov Jatim menyediakan 40 kuota beasiswa S1 STEM dan 20 kuota beasiswa S2 STEM di perguruan tinggi negeri. Selain itu, tersedia 30 beasiswa magister di Universitas Al-Azhar Kairo.

Secara keseluruhan, kuota beasiswa LPPD 2026 mencapai 1.100 penerima. Rinciannya meliputi 60 mahasiswa Program Marhalah Ula (M1) Ma'had Aly, 45 mahasiswa Program Marhalah Tsaniyah (M2) Ma'had Aly, 540 mahasiswa S1 Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Swasta (PTKIS), 285 mahasiswa S2 PTKIS, serta 80 mahasiswa doktoral (S3) PTKIN maupun PTKIS.

Para penerima beasiswa akan menempuh pendidikan di 64 perguruan tinggi mitra yang tersebar di Jatim maupun di Universitas Al-Azhar Mesir. Khofifah menyebut program tersebut merupakan investasi jangka panjang untuk mencetak generasi unggul berbasis pesantren.

Selama enam tahun terakhir, program beasiswa LPPD telah menjangkau 7.976 mahasiswa dan mahasantri dari berbagai daerah di Jawa Timur.

Dari jumlah tersebut, sebanyak 2.580 penerima telah lulus jenjang sarjana, 1.325 lulus magister, dan 64 orang berhasil menyelesaikan pendidikan doktoral.

Bahkan hingga 2029 mendatang, Pemprov Jatim memproyeksikan akan lahir sekitar 250 doktor baru dari lingkungan pesantren melalui program tersebut. "Ini investasi jangka panjang. Semakin banyak SDM unggul yang lahir dari pesantren, semakin besar kontribusinya bagi pembangunan Jawa Timur, bangsa, dan negara," tegas Khofifah.

Editorial Team

Related Article