Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Upaya penanggulangan bencana hidrometeorologi di Kabupaten Malang. (Dok. BPBD Kabupaten Malang)
  • Hujan sedang hingga tinggi sejak dini hari 2 November 2026 memicu banjir dan longsor di sejumlah desa pada Kecamatan Ampelgading, Sumbermanjing Wetan, Dampit, Tirtoyudo, dan Bantur.

  • Bencana memutus beberapa akses, termasuk jalur provinsi Malang-Lumajang di Tirtomoyo, jalan poros Gunung Gatel, serta penghubung Dampit-Sumbermanjing Wetan; penahan jembatan Prigodani-Rejosari juga ambrol.

  • BPBD Kabupaten Malang mengerahkan personel sejak pagi dan membentuk tiga tim penanganan di Ampelgading, Sumbermanjing Wetan, Bantur, serta tim excavator untuk Ampelgading dan Tirtoyudo.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Malang, IDN Times - Hujan yang mengguyur wilayah Kabupaten Malang sejak Senin (2/11/2026) menyebabkan sejumlah wilayah terdapat bencana banjir. Curah hujan yang tinggi ini juga menyebabkan longsor.

1. Hujan deras menyebabkan 5 kecamatan terdampak banjir

Upaya penanggulangan bencana hidrometeorologi di Kabupaten Malang. (Dok. BPBD Kabupaten Malang)

Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Kabupaten Malang, Sadono Irawan mengungkapkan kalau pada Senin (2/11/2026) dini hari sampai siang hari terjadi hujan dengan intensitas sedang hingga tinggi yang merata diseluruh wilayah Kabupaten Malang. Sehingga menyebabkan terjadinya tanah longsor dibeberapa titik wilyah mulai dari Kecamatan Dampit, Kecamatan Ampelgading, Kecamatqn Tirtoyudo, dan Kecamatan Bantur. Selain itu dilaporkan juga adanya kenaikan debit air di wilayah Kecamatan Sumbermanjing Wetan.

"Di Kecamatan Ampelgading tepatnya Desa Tirtomoyo dan Desa Lebakharjo terjadi banjir dan tanah longsor. Begitu juga di Desa Klepu, Kecamatan Sumbermanjing Wetan terjadi banjir dan tanah longsor. Kemudian ada tanah longsor juga di Desa Watusuko dan Desa Polaman yang masuk Kecamatan Dampit, kemudian di Desa Purwodadi yang masuk Kecamatan Tirtoyudo, dan Desa Sumberbening yang ada di Kecamatan Bantur," terangnya.

2. BPBD Kabupaten Malang ungkap dampak bencana hari ini

Upaya penanggulangan bencana hidrometeorologi di Kabupaten Malang. (Dok. BPBD Kabupaten Malang)

Sadono menjelaskan juga jika banjir di Desa Lebakharjo disebabkan debit air sungai Kedung ondo naik sejak Minggu sore. Kemudian longsor di Desa Tirtomoyo menyebabkan jalur provinsi yang menghubungkan Malang-Lumajang terputus.

Longsor dan banjir di Desa Klepu menutup akses jalan menuju Desa Dampit dan Desa klKlepu, khusunya jalan poros gunung gatel terputus. Kemudian di Desa Polaman, tanah longsor menyebabkan jalur penghubung Kecamatan dampit dan Kecamatan Sumbermanjing Wetan terputus.

"Sementara banjir (Kecamatan Bantur) yang mengakibatkan jembatan penghubung Desa Prigodani dan Rejosari ambrol bagian penahan jembatan, tetapi masih ada jalan alternatif apabila jembatan tidak bisa dilewati. Tapi untuk kondisi air di Desa Bantur yang sempat meluap saat ini sudah mulai surut," jelasnya.

3. Sebanyak 4 tim telah dikerahkan untuk penanganan

Upaya penanggulangan bencana hidrometeorologi di Kabupaten Malang. (Dok. BPBD Kabupaten Malang)

Lebih lanjut, Sadono mengatakan jika BPBD Kabupaten Malang telah terjun ke lokasi terdampak sejak Senin Pagi. Mereka juga membentuk 4 tim penanganan ke wilayah-wilayah terdampak bencana.

"Kita bentuk 3 tim penanganan untuk wilayah Ampelgading, Sumbermanjing Wetan, dan Bantur. Kemudian di Kecamatan Ampelgading dan Tirtoyudo kita membentuk Team Excavator Penanganan," pungkasnya.

Curated For You

Editorial Team

Related Article