Harga BBM Naik, Wisata di Banyuwangi Sepi Pengunjung

Banyuwangi, IDN Times - Naiknya harga BBM sejak beberapa hari lalu mulai berdampak terhadap banyak sektor perekonomian di Indonesia. Di Kabupaten Banyuwangi, Jawa Timur misalnya, sejumlah pengelola destinasi wisata mulai mengeluh lantaran sepinya pengunjung yang disebabkan kenaikan harga BBM.
1. Berawal sejak padatnya jadwal kegiatan Agustusan

Ketua Asosiasi Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) Kabupaten Banyuwangi, Abdul Azis menyatakan, bahwa penurunan jumlah wisatawan ini dimulai sejak bulan Agustus kemarin. Tepat di mana minat mayoritas masyarakat Banyuwangi tersedot ke semarak acara Agustusan. Seperti gerak jalan atau karnaval kebudayaan. Maklum, sudah 2 tahun lamanya kegiatan Agustusan tidak digela dengan alasan Covid-19.
"Mulai ada penurunan sejak Agustus kemarin, karena mungkin memang banyak rangkaian kegiatan HUT. Setelah Agustus dihantam lagi dengan kenaikan BBM," kata Aziz, Jumat (16/9/2022).
2. Harga travel dan paket wisata juga naik

Selain mengurangi minat keluyuran wisatawan lokal, Aziz menilai naiknya harga BBM juga berdampak terhadap kebijakan pengusaha jasa perjaanan. Di Banyuwangi, para pemilik travel banyak yang telah menaikan tarif travel. Termasuk mengubah harga paket plesiran ke Banyuwangi sedikit lebih mahal. Kenaikan inilah yang dinilai Aziz sebagai salah satu faktor minimnya kunjungan saat ini.
"Otomatis kan, harga BBM naik sehingga travel agen melakukan evaluasi untuk tarif, pasti naik juga," jelas Aziz.
3. Destinasi wisata kehilangan 60 persen kunjungan wisatawan

Aziz menyebut, problema sepi pengunjung ini dikeluhkan hampir oleh seluruh pengelola wisata di Banyuwangi. Rata-rata penurunan kunjungan wisatawan mencapai 60 persen jika dibandingkan dengan bulan-bulan sebelumnya. Tentunya, kondisi ini sangat memberikan pukulan bagi semua pengelola destinasi wisata di Banyuwangi. Selain itu, naiknya harga BBM ini juga berimbas terhadap kebutuhan biaya operasional wisata sehari-hari.
"Penurunan mencapai 60 persen kalau weekend. Biasanya akhir pekan bisa sampai 1.000 orang, kemarin hanya sekitar 300-an," ungkap Aziz.


















