ilustrasi lauk-pauk (IDN Times/Irma Yudistirani)
Masalah serupa juga dialami oleh Yanti, ibu rumah tangga asal Kelurahan Merjosari, Kecamatan Lowokwaru, Kota Malang. Ia bingung memenuhi gizi untuk anaknya yang masih berusia 3 tahun karena kesulitan membeli makanan berprotein.
"Ikan dan ayam itu nggak kebeli, bahkan sayur saja kita kurangi. Porsi makan kita kurangi," bebernya.
Meski sudah bersiasat dengan mengurangi porsi makan, Yanti mengaku tidak bisa memikirkan sampai kapan pengurangan porsi makan ini terjadi. Pengurangan porsi makan ini sendiri sejatinya tidak mengurangi pengeluaran belanjaannya, jumlah uang yang dikeluarkan masih sama tapi jumlah belanjaannya yang justru berkurang.
"Sekarang uang belanja tambah besar, padahal ini sudah coba dikurangi. Ini karena apa-apa naik, beras naik, gula, bawang merah, bawah putih, itu juga naik, gula naik kemarin jadi Rp17.500. kalau bagi ibu-ibu yang mampu ya gak berpengaruh, sedangkan kita ini pas-pasan pendapatanya," keluhnya.