Warga Surabaya menunjukkan IPAL pengolahan air selokan menjadi limbah. (IDN Times/Khusnul Hasana).
Sementara itu, seksi lingkungan RT 5 RW 5, Aktis Sumarto menjelaskan bagaimana air selokan bisa menjadi air bersih. Awalnya air selokan warga ditampung serta disaring di sebuah tong dan air dibiarkan mengendap untuk memisahkan air dengan sedimentasi.
"Hasil endapan air masuk ke ke bak ekualisasi. Fungsinya untuk menghomogenkan air," katanya.
Setelah masuk ke bak ekualisasi, air kemudian berpindah ke bak 2 yang berisi bakteri anaerob. Fungsinya adalah untuk mendegradasikan bahan kimia.
"Lalu, masuk ke bak 3, berisi bakreri aerob. Fungsinya mendegradasi bahan organik. Proses mampu mendegradasi bahan organik yang terlarut dalam air 40-60 persen," jalelasnya.
Setelah dari bak 3, air masuk ke bak clarifer yang. Clarifer berfungsi untuk mengendapkan sedimentasi, sehingga air dari bak aerob bebas dari sedimentasi. Kemudian air masuk ke bak filter untuk menyaring serat-serat.
"Kemudian masuk ke transfer tank, dan hasil akhir di bak penampung akhir," jelasnya.
Sebagai indikator air hasil olahan sudah dipasang bersih, pihaknya menggunakan ikan yang diletakkan di akuarium. Bila ikan tersebut baik-baik saja, maka dipastikan air sudah bersih.
"Rencana kita kan airnya untuk kolam budidaya ikan, sebelum kita terapkan kita kasih indikasi dulu," pungkas dia.