Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install
For
You

H-9 Coblosan, Eskalasi Politik di Jatim Naik

H-9 Coblosan, Eskalasi Politik di Jatim Naik
Pj Gubernur Adhy saat menjadi Inspektur Upacara (Irup) Peringatan Hari Pahlawan 10 November Tahun 2024 bertema 'Teladani Pahlawanmu, Cintai Negerimu' di Halaman Tugu Pahlawan Surabaya, Minggu (10/11) pagi. (dok. Humas Pemprov Jatim)
Share Article

Surabaya, IDN Times - Sembilan hari menuju hari pemungutan suara atau coblosan Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) serentak 2024, ternyata membuat eskalasi politik di Jawa Timur (Jatim) naik. Terbukti, ada penyerangan pria diduga saksi salah satu paslon di Pemilihan Bupati (Pilbup) Sampang.

Penjabat (Pj) Gubernur Jatim, Adhy Karyono pun turut mengakui kalau mulai banyak hal-hal yang membuat naiknya eskalasi politik. "Mendekati tanggal 27 di akhir kampanye banyak sekali terkait dukungan yang besar-besaran kemudian mulai muncul ujaran kebencian ada lagi," ujarnya, Senin (18/11/2024).

Lebih lanjut, Adhy khawatir kalau situasi seperti ini dibiarkan maka akan membesar. Pihaknya pun meminta seluruh pemangku jabatan hingga tokoh masyarakat untuk ikut andil meredam situasi yang ada di daerah masing-masing.

"Kami khawatir kalau kita semua stakeholder dan tokoh masyarakat tidak bersatu bersama-sama, memberikan edukasi dan menahan diri terhadap kelompok - kelompok itu tentu akan terjadi (kekerasan)," katanya.

Selain itu, Adhy meminta kepolisiam lebih aktif lagi memperketat pengawasan di tiap kabupaten/kota di Jatim. "Dengan kejadian (Sampang) ini kita semakin represif untuk keamanannya. Kita minta bahwa sudah terjadi," katanya.

"Karena itu pihak keamanan dan pemerintah kabupaten/kota harus sama-sama turun untuk melakukan sesuatu yang mendamaikan mereka," tegas Adhy menambahkan.

Sebelumnya, video peristiwa penyerangan viral di WhatsApp dan platform media sosial lainnya sejak Minggu sore kemarin. Potongan video menggambarkan lebih dari tiga pria memegang celurit dalam posisi siap menyerang. Bahkan, ada satu pria memegang dua celurit. Di dekat mereka, banyak pria lain bersarung berjaga-jaga akan datangnya serangan.

Peristiwa itu terlihat terjadi di halaman luas. Video diduga direkam warga dari dalam dan teras rumah. Dari video, terdengar suara perempuan menangis, meminta anggota keluarganya tidak ikut-ikutan. "Jhek roknorok (Jangan ikut-ikutan)," pinta perempuan itu.

Di potongan video lain, seorang pria bersarung oranye, berkaus biru, dan berkopiah putih terlihat tergeletak di atas tanah dengan luka di beberapa bagian tubuh termasuk kepala. Kemudian dua pria memegang pria tersebut untuk menolongnya. Namun pria itu dilaporkan tewas dalam insiden tersebut.

Share Article
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Ardiansyah Fajar Syahlillah
EditorArdiansyah Fajar Syahlillah

Latest News Jawa Timur

See More

Polisi Buru Pelaku Pembunuhan Perempuan di Putat Jaya Surabaya

27 Jun 2026, 19:55 WIBNews