Gudang Diana Sentoso Seal Dibobol Maling, Kerugian Hingga Rp5 M

- Gudang milik Jan Hwa Diana dibobol maling, kerugian mencapai Rp5 miliar
- Barang yang hilang antara lain suku cadang impor mahal seperti dinamo, seal, dan bearing
- Pencurian terjadi selama 4 bulan, pelaku merusak kawat duri di tembok sisi timur dan menjebol atap plafon
Surabaya, IDN Times - Gudang CV Sentoso Seal milik Jan Hwa Diana, tersangka penahanan ijazah di Surabaya dibobol maling. Barang yang hilang antara lain adalah suku cadang impor mahal seperti dinamo, seal, dan bearing dengan kerugian diperkirakan mencapai Rp5 miliar.
Gudang CV Sentoso Seal yang dibobol itu berada di Jalan Margomulyo Industri. Saat dicuri, gudang tersebut masih dalam penyegelan Satpol PP Kota Surabaya.
Gudang tersebut sempat menjadi sorotan publik setelah Wakil Wali Kota Surabaya, Armuji, hingga mantan Wakil Menteri Ketenagakerjaan, Immanuel Ebenezer, pernah melakukan inspeksi terkait kasus penggelapan ijazah yang menjerat Diana. Pada 22 April 2025, bangunan ini disegel oleh Wali Kota Surabaya, Eri Cahyadi, karena telah melanggar Peraturan Daerah.
Pengacara Jan Hwa Diana, Elok Kadja mengatakan, diduga aksi pencurian ini terjadi selama kurun waktu empat bulan, yakni sejak April hingga Agustus 2025. “Kejadiannya antara bulan April 2025-Agustus 2025 total kerugian kurang lebih sekitar Rp5 miliar lebih," ujar Elok kepada media, Selasa (26/8/2/25).
Pengacara Jan Hwa Diana lainnya, Andre Rian Hidayanto menyebut, kejadian pencurian ini baru diketahui setelah segel gudang dibuka kembali. Segel dibuka pada 19 Agustus 2025.
"Setelah dibuka sama Satpol PP, kami mengecek ke dalam dan ternyata kondisinya sudah dibobol, barang-barang acak-acakan," ujar Andre.
Andre menyebut, diduga pelaku masuk dengan cara merusak kawat duri di tembok sisi timur dan menjebol atap plafon. Tak cuma mencuri barang, pelaku juga membobol dua brangkas di gudang tersebut, tetapi tak berhasil.
"Semua kabel listrik diguntingi. Banyak Air Conditioner (AC) rusak diambil kuningannya. Sama kamera CCTV dirusak dan tape recordernya dibuang ke dalam tandon air," tuturnya.
Kini, melalui kuasa hukumnya Diana pun melaporkan kejadian tersebut ke polisi. Mereka berharap, kasus ini segera ditangani.