Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Gelombang Massa Mahasiswa Mulai Berdatangan di Grahadi
Sekitar pukul 13.50 WIB, massa demonstran mahasiswa dari Universitas Airlangga (Unair) tiba di titik aksi, Rabu (17/6/2026). (IDN Times/Ardiansyah Fajar)
  • Ratusan mahasiswa Universitas Airlangga menggelar aksi di depan Gedung Negara Grahadi, Surabaya, mengenakan almamater dan membawa berbagai poster serta bendera organisasi kemahasiswaan.
  • Para demonstran menolak program Makan Bergizi Gratis (MBG) setelah mencuat kasus korupsi eks Kepala Badan Gizi Nasional dan dua wakilnya yang dianggap mencederai kepercayaan publik.
  • Mereka juga menuntut evaluasi sejumlah kebijakan pemerintah, mulai dari pencabutan UU TNI-Polri hingga percepatan pengesahan RUU Perampasan Aset dan RUU Masyarakat Adat.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Surabaya, IDN Times - Sekitar pukul 13.50 WIB, massa demonstran mahasiswa dari Universitas Airlangga (Unair) tiba di titik aksi, Rabu (17/6/2026). Mereka berjalan dari Jalan Urip Simoharjo kemudian menuju Jalan Gubernur Suryo. Para demonstran kemudian membentuk barisan di depan Gedung Negara Grahadi, Surabaya.

Pantauan IDN Times di lokasi, para demonstran kompak memakai almamater kampusnya. Mereka juga membawa sejumlah poster aspirasi. Bendera-bendera Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) universitas hingga fakultas turut dikibarkan. Beberapa bendera organisasi Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) maupun Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) juga terlihat di tengah para massa.

Sesampainya di lokasi, para demonstran langsung berorari. Orasi pertama menggaungkan fakta-fakta pahit tentang Badan Gizi Nasional (BGN) dan program Makan Nergizi Gratis (MBG). Mereka semua kompak menolak MBG. Setelah terkuaknya korupsi yang dilakukan eks Kepala BGN Dadan dan dua wakilnya.

Selain itu juga aspirasinya disampaikan secara bergantian. Di antaranya evaluasi total Program Koperasi Desa Merah Putih (KDMP). Pencabutan Undang-Undang TNI dan Undang-Undang Polri, penghentian militerisme di ranah sipil, pencopotan pejabat yang dinilai tidak kompeten, hingga peninjauan ulang kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) dan bahan pokok.

Selain itu, mahasiswa juga mendesak pemerintah bersama Bank Indonesia memperkuat stabilitas cadangan devisa, membebaskan tahanan politik, serta segera mengesahkan Rancangan Undang-Undang (RUU) Perampasan Aset dan RUU Masyarakat Adat.

Editorial Team

Related Article