Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Mutilasi Madiun, Pelaku Sempat Pakai Nama Palsu dalam Pelarian
Tersangka pembunuban mutilasi, Dwi Bagus Martono. IDN Times/Ardiansyah Fajar.
  • Polisi terus memeriksa Dwi Bagus Martono, tersangka pembunuhan DH dan anaknya AG di Madiun, serta menyatakan sementara ini ia bertindak seorang diri.

  • Saat bersembunyi di padepokan di Jombang, Bagus memakai nama Amanullah agar aman; pemilik padepokan dan istrinya disebut tidak mengetahui statusnya sebagai pelaku.

  • Sleeping bag yang digunakan membawa jenazah telah lama tersimpan di mobil Bagus karena hobinya berkemah, termasuk pernah dipakai saat camping di Telaga Sarangan.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Surabaya, IDN Times - Polisi terus melakukan pemeriksaan terharap Dwi Bagus Martono alias Tono alias DBM, pelaku pembunuh terhadap DH (30) dan anaknya, AG (4) di Kabupaten Madiun. Fakta terbaru mengungkap, Bagus sempat berganti nama saat bersembunyi hingga tidak ada keterlibatan pihak lain dalam pembunuhan DH dan AG.

Kanit III Sindit III Direskrimum Polda Jatim, AKBP Muhammad Fauzi mengatakan, Bagus sempat mengganti nama menjadi Amanullah ketika bersembunyi di sebuah padepokan yang berada di Jombang sebelum akhirnya ditangkap polisi. "(Iya benar ganti nama) Amanullah, alasannya biar aman," ujar Fauzi, Sabtu (31/10/2026).

Fauzi menyebut bahwa tempat persembunyian itu adalah padepokan milik seorang bernama Munir. Munir merupakan kerabat dari orang yang dikenal Bagus ketika melaksanakan ibadah haji pada 2025 silam. "Kebetulan jamaahnya Pak Munir itu pernah berhaji ya, berhaji bareng di tahun 2025 itu. (Kerabat Munir yang kenal dengan Bagus,) iya betul," jelas dia.

Dalam video penangkapan yang beredar ada seorang perempuan terlihat marah-marah, Fauzi memastikan bahwa perempuan tersebut tidak tahu kalau Bagus adalah pelaku pembunuhan. Perempuan itu merupakan istri dari Munir.

"Itu istrinya Pak Munir ya, Istrinya Pak Munir itu. Itu mungkin karena beliau tidak mengetahui (ada penangkapan)," katanya.

Fakta berikutnya, soal jenazah dini yang dibawa menggunakan sleeping bag atau kantong tidur, Fauzi menyebut kantong tidur itu memang selalu berada di mobil milik Bagus. Hobi berkemah yang membuat Bagus selalu meletakan peralatan tersebut di dalam mobil.

"Memang sleeping dia kan kebetulan hobi camping itu. Jadi sebelumnya juga pernah digunakan untuk waktu 3 bulan lalu kan ke Telaga Sarangan juga mereka berdua. Camping ini. Jadi itu sleeping bag itu sudah ada. Dan sudah ada di mobil sejak lama itu. Memang hobinya camping itu si pelaku itu," terang dia.

Fauzi memastikan hingga kini belum ada keterlibatan pihak lain dalam aksi pembunuhan keji tersebut. Bagus melakukan aksi itu sendirian.

"Sementara belum kita tetemukan. Belum kita temukan itu, ada keterlibatan pihak lain," pungkas dia.

Curated For You

Editorial Team

Related Article