Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Epidemiolog Unair Sebut Indonesia Semakin Membaik dari COVID-19
Tim Kajian Epidemiologi FKM Unair Dr. Windhu Purnomo saat konferensi pers di Gedung Negara Grahadi, Jumat (8/5). Dok Istimewa

Surabaya, IDN Times – Pakar Epidemiologi Universitas Airlangga (UNAIR), Dr Windhu Purnomo mengatakan, COVID-19 di Indonesia semakin membaik. Hingga beberapa minggu setelah Lebaran tak terlihat ada lonjakan kasus.

"Dua minggu pasca-Lebaran atau hari libur panjang lain, nah itu biasanya diikuti dengan terjadinya pelonjakan kasus COVID-19," katanya, Kamis (26/5/2022). 

1. Mobilitas masif tapi tidak ada lonjakan kasus

Ilustrasi. Petugas kepolisian berjaga memantau arus mudik lebaran. (ANTARA FOTO/Didik Suhartono)

Pasca-Lebaran dan libur panjang, kasus Covid-19 tahun lalu selalu naik. Itu terjadi dua minggu hingga empat minggu pasca-libur panjang tersebut. Dibanding saat ini, tentu tren tersebut berbeda. Pada libur Lebaran 2022, terjadi mobilitas penduduk yang masif namun tidak diikuti dengan lonjakan kasus.

"Memang sudah diperbolehkan mudik, asal sudah vaksin dua dosis atau yang sudah vaksin booster tanpa perlu tes antigen maupun swab. Itu membuat orang yang bepergian jauh lebih tinggi dibanding pra-pandemi," ungkapnya.

2. Lonjakan tak setinggi tahun lalu

Ilustrasi pandemik COVID-19 (15/9/2020) (ANTARA FOTO/Ahmad Subaidi)

Dr Windhu menyebut, pergerakan manusia itu sangat luar biasa. Namun, setelah mudik Lebaran, tidak terjadi pelonjakan kasus yang signifikan. Sangat berbeda dengan tahun yang lalu, terjadi lonjakan kasus seusai libur panjang.

“Hari ini itu tidak terjadi. Ditunjukkan oleh indikator angka positivitas (jumlah orang yang positif dibagi jumlah orang yang dites baik PCR maupun antigen) yang sangat rendah,” tegasnya.

3. Sistem penanganan pandemik di Indonesia semakin baik

ilustrasi swab test (ANTARA FOTO/Muhammad Adimaja)

Kasus COVID-19 yang semakin membaik itu, Kata Windhu karena sistem penanganan pandemik di Indonesia semakin membaik jika dibanding tahun-tahun sebelumnya.

Dr. Windhu menyebut, kebijakan penanganan Covid-19 saat ini selalu berbasis data atau informasi yang baik. Artinya, saat ini pemerintah menerapkan kebijakan-kebijakan yang dibuat tidak hanya berdasar asumsi.

“Awal Covid-19 hingga satu tahun pandemi, kebijakan yang dilaksanakan pemerintah ada kalanya masih berdasar asumsi. Namun, sekarang lebih baik karena berdasar data,” sebutnya

Editorial Team

Related Article