Surabaya, IDN Times - Persaingan menuju Musda VII Partai Demokrat Jawa Timur (Jatim) tak hanya soal perebutan kursi ketua. Jika kembali dipercaya memimpin Demokrat Jatim periode 2026-2031, Emil Elestianto Dardak memberi sinyal bakal ada “hal baru” dalam struktur kepengurusan, termasuk posisi Sekretaris dan Bendahara.
Sinyal itu disampaikan Emil ketika ditanya mengenai kemungkinan nama yang akan mengisi posisi Sekretaris dan Bendahara jika dirinya kembali terpilih sebagai Ketua DPD Demokrat Jatim.
“Semangat kita selalu baru. Artinya, semangat kita setiap harinya selalu ada semangat menyongsong hal-hal yang baru,” ujarnya.
Jawaban Emil tersebut membuka ruang spekulasi di tengah dinamika internal Demokrat Jatim menjelang Musda VII. Sebab, posisi Sekretaris dan Bendahara merupakan bagian penting dalam struktur kepengurusan lima tahun mendatang.
Namun, Emil memilih tidak membuka kartu lebih jauh. Wakil Gubernur Jatim itu menegaskan penentuan struktur partai harus mengikuti tahapan dan mekanisme organisasi.
“Kalau soal struktur, saya rasa sekarang satu tahap demi satu tahap. Ini kita bicara Musda. Musda ini artinya kami ikuti dulu, nggak boleh disiki (didahului),” tegasnya.
Emil menjelaskan, posisi Ketua, Sekretaris dan Bendahara (KSB) nantinya menjadi bagian dari proses formatur. Penentuan struktur tersebut juga tidak semata-mata menjadi kewenangan ketua terpilih karena terdapat mekanisme organisasi yang melibatkan Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Partai Demokrat.
“Adapun terkait KSB, itu formatur. Nanti formatur sudah ada aturan organisasinya dan DPP pun juga menjadi bagian dari proses tersebut,” jelasnya.
Saat ini, posisi Sekretaris DPD Demokrat Jatim dijalankan Mugianto sebagai Pelaksana Tugas (Plt), sedangkan jabatan Bendahara diisi dr Agung Mulyono.
