Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
El Nino Moderat Bikin Cuaca Jatim Lebih Cerah Sepekan
ilustrasi awan, langit, cerah (pexels.com/Halil İbrahim Özcan)
  • BMKG Juanda memprakirakan cuaca Jawa Timur pada 13–19 Juli 2026 didominasi cerah hingga berawan dengan potensi hujan sedang hingga lebat sangat kecil.
  • Fenomena El Nino moderat dengan indeks ENSO +1,47 menjadi faktor utama berkurangnya pembentukan awan hujan di wilayah Jatim selama periode tersebut.
  • Kondisi atmosfer lain seperti IOD netral, MJO fase 7, dan pola angin timur–tenggara yang stabil turut mendukung cuaca relatif kondusif sepanjang pekan.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Surabaya, IDN Times - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Juanda memprakirakan cuaca di Jawa Timur (Jatim) selama sepekan ke depan, 13-19 Juli 2026, didominasi kondisi cerah hingga berawan. Potensi hujan lebat dipastikan sangat kecil dalam tiga hari ke depan seiring menguatnya fenomena El Nino moderat yang mengurangi pembentukan awan hujan di wilayah Jatim.

Prakirawan BMKG Kelas I Juanda, Rendy Irawadi, mengatakan secara umum cuaca di Jatim akan cenderung stabil dengan intensitas hujan yang rendah. "Cuaca Jawa Timur dalam sepekan ke depan secara umum cerah hingga berawan sepanjang hari. Tidak ada potensi hujan sedang hingga lebat dalam tiga hari ke depan," ujarnya dikonfirmasi, Senin (13/7/2026).

Rendy menjelaskan, kondisi tersebut dipengaruhi oleh fenomena El Nino dengan indeks ENSO di wilayah Nino 3.4 mencapai +1,47, yang menunjukkan El Nino berada pada kategori moderat. Fenomena ini berdampak pada berkurangnya pembentukan awan hujan di sejumlah wilayah Indonesia, termasuk Jatim.

Selain itu, kondisi Indian Ocean Dipole (IOD) berada pada fase netral dengan indeks -0,06, sehingga tidak memberikan pengaruh terhadap peningkatan pembentukan awan konvektif di Indonesia bagian barat. "Prediksi Outgoing Longwave Radiation (OLR) juga menunjukkan kondisi netral hingga positif. Artinya, hingga 19 Juli tidak ada gangguan atmosfer yang melintasi wilayah Jawa Timur," jelasnya.

Faktor lain yang mendukung minimnya potensi hujan adalah Madden-Julian Oscillation (MJO) yang berada pada fase 7 atau Western Pacific dalam kondisi netral. Situasi ini dinilai belum cukup kuat untuk memicu peningkatan aktivitas konvektif di Jatim.

Meski demikian, BMKG mencatat terdapat kolam hangat di Selat Madura dengan anomali suhu muka laut berkisar -1,0 hingga 1,5 derajat Celsius. Kondisi tersebut berpotensi menambah massa uap air di sekitar Selat Madura, namun belum cukup signifikan untuk memicu hujan dengan intensitas tinggi.

Sementara itu, berdasarkan analisis angin lapisan 3.000 kaki, arah angin di Jatim didominasi bertiup dari timur hingga tenggara dengan kecepatan maksimum mencapai 23 knot dan pola angin relatif stabil.

Berdasarkan prospek mingguan BMKG, cuaca kabut atau asap diperkirakan mendominasi pada 13-15 Juli serta 17 Juli, sedangkan hujan ringan berpotensi terjadi pada 16 Juli, 18 Juli, dan 19 Juli. BMKG mengimbau masyarakat tetap memantau informasi cuaca terkini, terutama bagi nelayan, pelaku transportasi, dan masyarakat yang beraktivitas di luar ruangan, meski secara umum kondisi cuaca di Jatim diperkirakan relatif kondusif sepanjang pekan ini.

Curated For You

Editorial Team

Related Article