Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install
For
You

Duduk Perkara Bayi di Surabaya Dibanting hingga Digigit Ayahnya

Duduk Perkara Bayi di Surabaya Dibanting hingga Digigit Ayahnya
ilustrasi jari bayi (pexels.com//jianfeng lai)
Share Article

Surabaya, IDN Times - Seorang ayah berinisial R (29) tega menganiaya bayinya sendiri yang masih berusia 5 hari. Secara sadis R melakukan penganiayaan dengan membanting hingga menggigit tubuh kecil sang bayi. Penganiyaan dilakukan karena sang bayi menangis di malam hari.

Anggota PPA Karang Taruna Surabaya, Diana Yulistia (45) menjelaskan, kejadian itu terjadi pada Kamis (18/4/2024) dini hari. Saat itu bayi mungil tersebut sedang menangis, kemudian diikuti anak pertamanya. 

"Anak keduanya nangis terus, akhirnya bapaknya marah, mungkin merasa terganggu," ujarnya Selasa (23/4/2024). 

Mendengar tangisan itu, R kemudian menganiaya tubuh kecil sang bayi. R memukul, menggigit hingga membanting anaknya. 

"Anak dipukul kepala, ditampar pipinya berkali-kali, dibanting, pipi dan tangannya digigit kejadian jam 02.00 dini hari," sebutnya. 

Akibatnya, bayi tersebut mengalami lebam di sekujur tubuh. Mulai dari pipi, paha hingga tangan. 

"Kepala ada benjolan-benjolan, sekarang sudah kempes. Menahan rasa sakit (bayi ) sampai terberak-berak. Pusernya saja baru terlepas hari ketujuh," kata dia. 

Sang ibu, N (29) yang juga merupakan istri siri R langsung menyelamatkan bayinya. Bukan malah sadar, R malah marah kepada N dan memukul tubuh istrinya. N pun meminta pertolongan ke mertuanya. 

" Waktu dipukuli sempat panggil mertuanya, jadi yang menyelamatkan ayah mertuanya, langsung diangkat bayi, (R) ditenggor sampai jatuh," jelasnya. 

Usai melakukan penganiayaan, N kemudian berencana untuk kabur. Pagi hari N pun diminta untuk membelikan rokok suaminya. Ada kesempatan itu, N pun kabur membawa bayinya. 

"Waktu lari diterima warga, warga ke rumah saya, saya menghubungi Ketua PPA Karang Taruna Surabaya. Hari itu juga, langsung lapor lurah, camat, sepakat melaporkan kepolisian atas persetujuan korban," ujarnya. 

Diana menyebut, R bukan kali pertama melakukannya penganiyaan. Penganiayaan telah dilakukan selama tiga tahun sejak N dan R menikah. 

Diketahui, pemicu R melalukan penganiyaan karena curiga sang bayi bukan merupakan anak kandungnya. Emosinya juga tidak terkontrol karena pengangguran selama satu bulan. 

"Mungkin masalah keluarga (alasan penganiayaan), ekonomi atau apa. Bapaknya kerja kirim air isi ulang, terakhir nganggur satu bulan, itu yang tambah memicu emosinya," pungkasnya.

Share Article
Topics
Editorial Team
Khusnul Hasana
EditorKhusnul Hasana

Latest News Jawa Timur

See More

Warga Balangbendo Sidoarjo Temukan Proyektil 1,5 Kg di Jalan Raya

29 Mei 2026, 21:31 WIBNews