Surabaya, IDN Times - Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) yang dulunya bernama Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) masih menghadapi persoalan daya tampung. Jumlah SMA/SMK Negeri Jatim hanya dapat menerima 38,31 persen siswa lulusan SMP sederajat tahun ini.
Berdasarkan statistik SPMB Jatim 2025, lulusan SMP Sederajat sebanyak 682.252 siswa. Daya tampung SPMB Jatim untuk SMAN sebanyak 126.180 siswa dan SMKN sebanyak 135.216 siswa. Presentase daya tampung SMAN dan SMKN sebanyak 261.396 atau 38,31 persen. Jumlah lulusan SMP sederajat yang tidak dapat tertampung di SMAN dan SMKN sebanyak 420.856 murid atau 61,69 persen.
Maka dari itu, Gubernur Jatim, Khofifah Indar Parawansa meminta Kepala Sekolah menjaga integritas SPMB. “Penerimaan Murid Baru harus dilaksanakan secara objektif, transparan, akuntabel, berkeadilan, dan tanpa diskriminasi, maka diperlukan Pakta Integritas bagi semuan unsur yang terlibat dalam proses SPMB,” ujarnya, Rabu (16/4/2025).
Gubernur Khofifah juga me,ngajak semua pihak yang terlibat supaya memahami regulasi SPMB, sosialisasi efektif, pelayanan prima, pengawasan dan pemantauan, koordinasi dengan stakeholder, serta pemanfaatan TIK.
"Tapi nanti semuanya juga harus berbasis solusi, tidak hanya berbasis TIK. Daya tampung SMA dan SMK Negeri kita hanya 38,31 persen. Saya harap nanti jika ada yang tidak diterima, langsung berhenti di situ saja. Tapi diberikan solusi dan jalan keluar," tegasnya.
Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan (Dindik) Jarim, Aries Agung Paewai mengatakan bahwa untuk mengatasi daya tampung sekolah negeri yang relatif kecil, pemerintah telah mencarikan alternatif lain.
"Kami sedang membahas dan berdiskusi terkait Biaya SPP sekolah gratis dari kuota 10 persen di masing-masing sekolah swasta yang kita harapkan bisa menerima siswa yang tidak diterima di SPMB akan ada MoU tanggal 2 Mei nanti, insya Allah kita berkomitmen memberikan kesempatan terbaik bagi masyarakat sehingga tidak ada yang sampai putus sekolah," tuturnya.
Aries menjelaskan langkah strategis Dindik Jatim antara lain membangun komunikasi swasta terkait beasiswa dan biaya pendidikan terjangkau ini bagian dari ikhtiar untuk mengatasi calon murid yang tidak tertampung di sekolah negeri.
“Di Jatim terdapat 1.083 SMA Swasta dan 1.860 SMK Swasta. Jika masing-masing sekolah menyediakan 10 beasiswa untuk murid baru, maka akan tersedia 29.430 murid yang terbantu,” pungkasnya.
