Direktur RSUD dr. Soedono Madiun, dr.Bangun Trapsila Purwaka (paling depan) memberikan keterangan pers terkiat penambahan ruang isolasi bagi pasien terindikasi terinfeksi COVID-19. Dok.IDN Times/Istimewa
Untuk kebutuhan rumah sakit rujukan COVID-19, Khofifah merasa sudah tercukupi. Ia terus menggandeng pihak rumah sakit baik swasta, TNI, dan Polri untuk bisa menyediakan ruang observasi, ruang isolasi, dan ruang isolasi bertekanan negatif bagi pada pasien COVID-19. Jumlah rumah sakit rujukan yang awalnya hanya 11 kini sudah bertambah menjadi 85.
Dalam 85 rumah sakit rujukan tersebut terdapat 2.499 ruang isolasi dengan rincian 61 ruang isolasi bertekanan negatif dengan ventilator. Kemudian juga sebanyak 256 ruang isolasi tekanan negatif tanpa ventilator, lalu sebanyak 533 ruang isolasi tanpa tekanan negatif, sebanyak 699 ruang pengembangan ruang isolasi tekanan negatif, serta 950 ruang observasi.
“Dengan begitu total bed kita baik yang isolasi, maupun non isolasi di 85 rumah sakit rujukan kita ada sebanyak 13.957 bed,” ujar Khofifah, Jumat (10/4).
Untuk melakukan penanganan, telah ada 1.275 orang dokter umum, 191 dokter spesialis paru, 372 dokter penyakit dalam, 227 orang dokter anastesi dan 1.862 total relawan mahasiswa tenaga kesehatan. Mereka juga dibantu oleh 19.400 orang perawat.
Masyarakat pun tak perlu sulit-sulit mencari rumah sakit rujukan COVID-19 di sekitar mereka. Telah ada situs https://radarcovid19.jatimprov.go.id yang akan menunjukkan rumah sakit rujukan terdekat lengkap dengan kapasitas yang tersedia.
Selain itu, Pemprov juga telah menyiapkan sembilan tempat pemakaman khusus bagi korban corona. Berdasarkan data Pemprob, jumlah pasien yang meninggal per Kamis (16/4) sebanyak 46 orang. Sementara pasien yang sembuh 92 orang.