Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

Cuaca Ekstrem Mengintai, Waspadai Wisata Alam Jatim

Bromo
Bromo (Pixabay.com)
Intinya sih...
  • Pemprov Jatim meningkatkan kewaspadaan terhadap cuaca ekstrem di destinasi wisata alam, seperti Gunung Bromo, Air Terjun Tumpak Sewu, Kawah Ijen, dan rafting.
  • Destinasi wisata alam di Jatim telah terhubung dengan sistem peringatan dini untuk antisipasi bencana hidrometeorologi. Pemprov juga menyiapkan langkah mitigasi modifikasi cuaca.
  • Gubernur Khofifah Indar Parawansa memperkuat fasilitas pariwisata dan akses transportasi di Jatim, sehingga jumlah kunjungan wisatawan mancanegara meningkat 47,6 persen dibanding tahun 2024.
Disclaimer: This summary was created using Artificial Intelligence (AI)

Surabaya, IDN Times – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Timur (Jatim) meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi cuaca ekstrem di sejumlah destinasi wisata alam, terutama wisata minat khusus. Langkah antisipasi dilakukan untuk menjaga keselamatan wisatawan sekaligus memastikan keberlanjutan sektor pariwisata.

Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Jatim, Evy Afianasari, mengatakan destinasi yang perlu diwaspadai saat ini antara lain Gunung Bromo, Air Terjun Tumpak Sewu, Kawah Ijen, hingga wisata arung jeram (rafting). “Yang perlu diwaspadai pasti wisata-wisata minat khusus, seperti Bromo, Tumpak Sewu, Ijen, dan juga rafting. Itu wisata alam yang saat ini memang perlu kewaspadaan lebih,” ujar Evy, Rabu (28/1/2026).

Evy menjelaskan, sebagian destinasi wisata alam di Jatim telah terhubung dengan sistem peringatan dini atau early warning system, khususnya yang berkaitan dengan hulu sungai dan potensi bencana hidrometeorologi. “Di beberapa lokasi sudah terkoneksi ke hulu. Sudah ada early warning untuk antisipasi,” katanya.

Selain sistem peringatan dini, Pemprov Jatim juga menyiapkan langkah mitigasi lain, termasuk modifikasi cuaca sebagai bagian dari strategi menghadapi potensi cuaca ekstrem.

“Kalau untuk mitigasi bencana atau cuaca ekstrem, salah satu langkah strategisnya adalah modifikasi cuaca. Itu sangat berpengaruh,” kata Evy.

Terkait operasional destinasi wisata, Evy menyebut Gunung Semeru hingga kini masih belum dibuka untuk aktivitas wisata. Sementara itu, di Kawah Ijen, atraksi blue fire sementara tidak dapat dinikmati pengunjung karena adanya proses pemeliharaan dan revitalisasi pipa. “Untuk Ijen, blue fire saat ini dipadamkan sementara karena sedang ada pemeliharaan pipa. Pipanya memang harus direvitalisasi, ada beberapa yang belum selesai,” jelasnya.

Meski demikian, Evy menegaskan Kawah Ijen tetap dibuka untuk wisatawan, meskipun tanpa atraksi blue fire. Dalam waktu dekat, Disbudpar Jatim juga akan mengusulkan penerbitan surat edaran guna memperkuat pengelolaan dan keamanan destinasi wisata Ijen.

“Kami akan mengusulkan surat edaran dalam rangka penguatan destinasi wisata Ijen. Apalagi Ijen termasuk destinasi wisata tertinggi dan menjadi favorit wisatawan mancanegara,” ungkapnya.

Evy mengungkapkan, hingga 2025 jumlah wisatawan mancanegara yang berkunjung ke Jawa Timur tercatat sekitar 494 ribu orang, meningkat sekitar 47,6 persen dibandingkan tahun 2024. Sementara wisatawan nusantara mencapai sekitar 84 juta kunjungan dengan tren peningkatan yang signifikan.

Menurutnya, kenaikan tersebut dipengaruhi oleh penguatan fasilitas pariwisata yang dilakukan Pemprov Jatim di bawah kepemimpinan Gubernur Khofifah Indar Parawansa, termasuk peningkatan akses transportasi serta kecepatan dan ketepatan dalam mitigasi bencana. “Itu menjadi daya jual yang tinggi bagi pariwisata Jawa Timur, terutama soal keamanan dan kesiapan menghadapi bencana,” pungkas Evy.

Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Faiz Nashrillah
EditorFaiz Nashrillah
Follow Us

Latest News Jawa Timur

See More

Plafon SMP di Surabaya Ambrol, Belajar Mengajar Dipindah

28 Jan 2026, 16:06 WIBNews