Cegah Banjir Susulan, BPBD Kabupaten Madiun Bersih-bersih Kali

Madiun, IDN Times - Personel gabungan dari BPBD, Kepolisian, PMI, relawan, dan warga melakukan pembersihan di Dam Serut, Dusun Pojok, Desa Ngadirejo, Kecamatan Wonoasri, Kabupaten Madiun, Rabu (23/1). Sampah dan ranting bambu yang menumpuk di kali setempat berhasil diangkat.
Selama beberapa bulan terakhir, kotoran itu menyumbat aliran air hingga mengakibatkan banjir pada Jumat (18/1) malam. Dampak dari banjir itu mengakibatkan jalur alternatif Madiun-Caruban tergenang air selama beberapa jam. "Memang banjir yang sering terjadi di sini karena sumbatan di kali ini," kata Darwono, salah seorang perangkat Desa Ngadirejo.
1. Banjir pada 2017 merendam ratusan rumah

Menurut dia, banjir memang sering terjadi di Desa Ngadirejo setiap musim hujan. Bahkan, pada 2017, ratusan rumah terendam air bah yang meluap dari Kali Wuluh di Desa Ngadirejo. Sebabnya, Dam Serut yang menjadi titik berkumpulnya air tak mampu menampung. Aliran air dengan debit tinggi itu dari empat kali, yaitu Wuluh, Waduh Dawuhan, Tempuran, dan Lo Putul.
Daerah hulu kali tersebut berada di wilayah hutan yang masuk kawasan Lereng Gunung Wilis. Sedangkan hilirnya berada di Desa Glonggong, Kecamatan Balerejo sebelum masuk pintu 12 Sungai Bengawan Madiun.
2. Empat EWS dipasang di lokasi rawan banjir

Kepala Seksi Pencegahan dan Kesiapsiagaan BPBB Kabupaten Madiun, Ervan, mengatakan bahwa Desa Ngadirejo merupakan daerah yang rawan banjir. Selain itu, sedikitnya ada enam desa lain di wilayah Kecamatan Wungu, Kecamatan Madiun, Balerejo, Kebonsari, dan Pilangkenceng yang juga rawan bencana tersebut.
Empat Early warning system (EWS) telah dipasang di empat titik, yaitu Tempusari, Kecamatan Wungu; Sumberejo, Kecamatan Madiun; Palur, Kecamatan Kebonsari; dan Glonggong, Kecamatan Balerejo. Pemasangan EWS sejak 2014 itu digunakan untuk memantau kenaikan debit air kali sehingga warga bisa lebih waspada.
3. Lereng Gunung Wilis rawan tanah longsor

Selain banjir, Ervan menyatakan, sejumlah wilayah dinyatakan rawan bencana tanah longsor. Wilayahnya meliputi Kecamatan Dagangan, Kare, Wungu, Gemarang, dan Saradan. Mayoritas berada di Lereng Gunung Wilis.
"Untuk memantau kami melibatkan relawan di seluruh kecamatan. Begitu ada informasi bencana, personel yang siaga di posko BPBD segera terjun ke lapangan," ujar Ervan.



















