Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install
For
You

Awal Tahun, Kasus DBD di Kabupaten Madiun Meningkat 100 persen

Awal Tahun, Kasus DBD di Kabupaten Madiun Meningkat 100 persen
Ilustrasi fogging. ANTARA FOTO/Reno Esnir
Share Article

Madiun, IDN Times – Kasus Demam Berdarah Dengue (DBD) di Kabupaten Madiun hingga pekan ketiga Januari 2019 tercatat sebanyak 68 penderita. Bila dibandingkan pada bulan yang sama pada tahun lalu terjadi kenaikan jumlah penderita lebih dari 100 persen.

Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinas Kesehatan Kabupaten Madiun, Agung Tri Widodo, mengatakan jumlah penderita sepanjang Januari tahun lalu tercatat hanyaa sebanyak 26 orang. “Untuk penyebarannya masih tetap merata di 15 wilayah kecamatan,” kata Agung, Selasa (22/1).

1.Dua penderita meninggal

Ilustrasi jenazah (IDN Times/Sukma Shakti)
Ilustrasi jenazah (IDN Times/Sukma Shakti)

Selain jumlah penderita yang meningkat, ia melanjutkan, kasus DBD pada awal tahun ini telah mengakibatkan dua orang orang meninggal. Mereka merupakan warga Kelurahan Mlilir, Kecamatan Dolopo yang setiap harinya berada di Desa Durenan, Kecamatan Gemarang. Sedangkan seorang korban lainnya merupakan warga Desa Sukosari, Kecamatan Dagangan.

Agung menilai terjadinya tren kenaikan penderita DBD karena faktor cuaca ekstrem yang terjadi pada awal 2019. Karena itu, pihak Dinas Kesehatan berupaya melakukan pencegahan dengan melakukan gerakan pemberantasan sarang nyamuk (PSN) secara serentak. Upaya ini dinyatakan paling efektik mencegah DBD.

2.PSN serentak melibatkan kecamatan dan sekolah

Unsplash/Armen Chlchatian
Unsplash/Armen Chlchatian

Dalam upaya melakukan gerakan PSN serentak, ia melanjutkan, telah dikoordinasikan dengan Bupati Madiun Ahmad Dawami Ragil Saputro, Selasa ini. Adapun keputusannya menyatakan bahwa PSN serentak dilakukan di setiap wilayah kecamatan dengan dikoordinatori camat.

Selain itu, pihak Dinas Pendidikan dan Kebudayaan juga diminta menyampaikan ke seluruh sekolah untuk melaksanakan PSN serentak. “Rencananya besok kegiatan itu akan dilaksanakan,’’ ujar Agung kepada IDN Times.

3.Fogging hanya untuk membunuh nyamuk dewasa

Ilustrasi fogging. ANTARA FOTO/Mohammad Ayudha
Ilustrasi fogging. ANTARA FOTO/Mohammad Ayudha

Disinggung tentang upaya fogging atau pengasapan, Agung mengatakan sudah dilakukan beberapa kali. Hal itu mengacu dari laporan tentang adanya penderita penyakit DBD di suatu lokasi. Setelah itu, penelitian epidemologi dijalankan untuk mengetahui tentang kondisi di lapangan.

Apabila penderita diketahui bertempat tinggal di satu lokasi dengan radius sekitar 50 meter, maka fogging dilakukan. Namun, pengasapan itu bukanlah hal utama dalam memberantas DBD lantaran hanya mampu membunuh nyamuk dewasa. “Untuk mengatasinya tetap harus melakukan PSN serentak,’’ kata Agung.

Share Article
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Nofika Dian Nugroho
Faiz Nashrillah
Nofika Dian Nugroho
EditorNofika Dian Nugroho

Latest News Jawa Timur

See More

Longsor, Jalan Utama Trenggalek-Ponorogo Kembali Ditutup

22 Mei 2026, 18:24 WIBNews