Bulog Bikin Skema Stabilisasi Harga Jagung

Surabaya, IDN Times - Harga jagung masih menjadi atensi Bulog Jawa Timur (Jatim). Sejumlah skema dilakukan untuk stabilisasi harganya. Nah, skema yang ada yaitu Public Service Obligation (PSO) dan skema komersial.
Kepala Bulog Kanwil Jatim Awaludin Iqbal mengatakan, untuk skema PSO ini adalah menyerap jagung dari petani atau mitra pengolahan jagung untuk cadangan jagung pemerintah. Kemudian kedua, skema komerseial.
"Jadi peternak untuk mendapatkan jagung tiga bulan ke depan sudah ada komitmen berapa yang akan dibeli dan harganya sekian. Kita kunci harganya. Sehingga fluktuasi harga bisa diminimalisir. Karena adanya kontrak tersebut, maka kita harus cari jagungnya,“ ujarnya, Senin (8/7/2024).
Iqbal menambahkan untuk PSO, pihaknya sudah kerja sama dengan petani jagung Tuban. Sedangkan skema komersial dengan peternak Kediri dan Blitar. Saat ini, PSO sudah terserap 500 ton jagung sedangkan komersial sudah 800 ton.
Meski begitu, harga jagung di tingkat konsumen atau pasaran masih di atas Harga Eceran Tertinggi (HET). Pemerintah melalui Badan Pangan Nasional (Bapanas) menetapkan harga jagung kering sebesar Rp5.000 per kg dengan fleksibilitas Rp5.800 per kg.
Sementara harganya di Jatim, berdasarkan Sistem Informasi Perkembangan Harga dan Bahan Pokok (Sikaperbapo) Jatim per 8 Juli 2024, harga rata-rata Jatim adalah Rp8.022. Harga rata-rata tertinggi di Kota Madiun Rp12.000 dan harga rata-rata terendah di Kota Probolinggo Rp5.666.
















