[BREAKING] Kasus COVID-19 Jatim: 499 Positif, Surabaya 244 Pasien
![[BREAKING] Kasus COVID-19 Jatim: 499 Positif, Surabaya 244 Pasien](https://image.idntimes.com/post/20200415/whatsapp-image-2020-04-15-at-72333-pm-19fb4eb5e3f22d8f32d9afe4e14954e6.jpeg)
Surabaya, IDN Times - Kasus positif virus corona atau COVID-19 di Jawa Timur (Jatim) bertambah sebanyak 25 pasien, per Rabu malam (15/4). Total di Jatim saat ini positif COVID-19 mencapai 499 kasus. Dari jumlah tersebut, yang masih dalam perawatan atau penanganan medis sebanyak 367 pasien.
"Hari ini ada tambahan 26. Total yang sudah terkonfirmasi positif menjadi 499 orang," ujar Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa saat konferensi pers di Gedung Negara Grahadi, Surabaya.
Dari 25 kasus baru COVID-19 di Jatim, penyumbang terbanyak ialah Surabaya dengan 16 pasien. Kemudian Kabupaten Probolinggo tujuh pasien, Tulungagung dan Sidoarjo masing-masing bertambah satu pasien.
"16 diantaranya adalah dari Kota Surabaya, Sidoarjo, Tulungagung dan Kabupaten Probolinggo," kata Khofifah.
"Jadi posisi Surabaya Raya karena selain Surabaya, tambahan di Sidoarjo sekarang 46 orang yang terkonfirmasi positif, kemudian Lamongan 25 orang, Gresik 18 orang. Sementara Surabaya sudah 244 orang," dia melanjutkan.
Sementara itu, terkait pasien meninggal dunia akibat infeksi COVID-19 bertambah satu pasien berasal dari Surabaya. Kini, yang meninggal mencapai 46 orang atau setara 9,22 persen.
"Tapi kembali kita juga berduka bahwa hari ini ada satu pasien yang meninggal di Surabaya," ucap Menteri Sosial kabinet Indonesia Kerja ini.
Kemudian kasus sembuh menunjukkan tren positif. Ada penambahan lima pasien sembuh. Dua pasien dari Lamongan, satu pasien Surabaya, satu pasien Lumajang dan satu pasien Situbondo. Total saat ini yang sembuh di Jatim mencapai 86 orang atau setara 17,23 persen.
"Di antara yang terkonfirmasi ini, Alhamdulillah kita bersyukur ada yang sembuh 5 orang, ini yang terkonversi negatif atau sembuh," gubernur kelahiran Surabaya ini menambahkan.
Lebih lanjut, untuk Pasien Dalam Pengawasan (PDP) mencapai 1.621 pasien, tapi yang diawasi sebanyak 977 pasien. Serta, 15.326 berstatus Orang Dalam Pemantauan (ODP). Namun yang masih dipantau sejumlah 7.855 orang.



















