Bongkar Dua Jaringan, Polda Jatim Sita 8,4 Kilogram Sabu Asal Malaysia

1. Tangkap kurir yang bertugas mengirim sabu dari Jakarta ke Surabaya

Kabid Humas Polda Jatim Kombes Pol Trunoyudo Wisnu Andiko menjelaskan, saat menungkap jaringan pertama, polisi meringkus Hadi Junanto. Dia merupakan warga Sidomulyo, Sukomanunggal, Surabaya yang tinggal Kelurahan Babat Jerawat, Pakal, Surabaya.
Hadi adalah kurir yang bertugas menjemput sabu dari Jakarta lalu di bawa ke Surabaya. Sebelum masuk ibu kota, serbuk haram tersebut disuplai dari Malaysia.
"Polda Jawa Timur mengungkap dua jaringan narkotika atau narkoba jenis sabu, satu jaringan dari Jakarta di mana asalnya dari negara tetangga kita, Malaysia," ujar Truno di Mapolda Jatim, Rabu (26/8/2020).
2. Bandarnya masih diburu polisi

Berdasarkan pengakuan Hadi kepada penyidik, barang haram tersebut berasal dari bandar asal Malaysia. Saat ini bandar tersebut masih dalam perburuan polisi. Selain itu, Hadi berdalih tidak mengenal sang bandar lantaran hanya diarahkan melalui telepon.
"Yang pertama untuk jaringan Jakarta, kami dapati ada barang bukti 5.320 gram yang berwarna kuning ini atau 5,3 kilogram ya," tuturnya.
3. Jaringan kedua ada di Pasuruan

Untuk jaringan kedua, sebenarnya tidak berkaitan langsung dengan Hadi. Namun, tersangka kedua mengaku mendapatkan barang dari Jakarta yang diduga asalnya sama-sama dari Malaysia. Kedua tersangka yakni Lugianto warga Desa Wonosunyo, Gempol Pasuruan dan Nafiin Saiful Anam warga Desa Pakel Kecamaran Bareng Jombang.
"Kemudian yang kedua ada jaringan dari Pasuruan yang didapat barangnya dari Jakarta. BB yang berhasil diamankan oleh penyidik sebanyak 3,1 kilogram. Untuk proses penyidikan ini, kami mengamankan 5,3 kilogram tambah 3,1, jadi totalnya 8,4 kilogram," lanjut mantan Kabid Humas Polda Jabar tersebut.
4. Bisa selamatkan 20 ribu warga

Alumnus Akademi Kepolisian (Akpol) 1995 itu menegaskan, jumlah barang bukti yang disita polisi cukup banyak. Truno menghitung, 8,4 kilogram sabu yang diamankan itu bisa menyelamatkan 20 ribu warga Jatim.
"Pintu masuknya sangat banyak, beberapa yang ada wilayah Surabaya, Madura dan seluruh kota dan kabupaten yang kemudian setelah diterima dari kurir didistribusi. Beberapa catatan penyidik di-mapping Ditresnarkoba baik itu jaringan udara, kemudian melalui transportasi laut dan darat," tukasnya.



















