Tuban, IDN Times - Masyarakat Kabupaten Tuban kembali dihebohkan dengan munculnya video syur yang diunggah di akun media sosial Facebook. Dalam video yang berdurasi sekitar 10 detik itu nampak seorang perempuan yang masih muda beradegan tak senonoh dengan seorang pria. Video tersebut diunggah di story akun Facebook, yang diduga milik pemeran perempuan dan menjadi viral di media sosial (medsos).
Beredar Video Syur di Tuban, Polisi Klaim Kantongi Identitas Pemeran

1. Ada tiga adegan yang diperagakan dalam video tersebut
Ada tiga adegan yang diunggah di akun Facebook tersebut di antaranya, satu adegan video berada di kamar dengan pasangan yang berdurasi sekitar 10 detik. Selanjutnya, dua video di kamar mandi yang diperankan seorang diri dengan masing-masing durasi sekitar 15 detik.
Usai video tersebut viral akun yang mengunggah sudah tidak aktif alias dinonaktifkan. Sementara dalam video yang tersebar luas itu menunjukkan, pemeran perempuan masih muda, sedangkan si pria tidak terlihat wajahnya.
2. Polisi sudah kantongi identitas kedua pemeran dalam video tersebut
Menanggapi viiral-nya video syur tersebut Kasat Reskrim Polres Tuban, AKP M Gananta, mengaku telah melakukan penyelidikan terkait seseorang yang berada di dalam video tersebut. Saat ini polisi sendiri sudah mengantongi identitas seseorang dalam video.
"Identitas kedua pasangan yang ada dalam video tersebut sudah termonitor setelah kami melakukan penyelidikan usia viiral-nya video tersebut dan kami terus mengembangkan penyelidikan ini," terang Gananta, Selasa (3/1/2023).
3. Pemeran video diketahui tinggal di Surabaya
Gananta menyebut dari hasil penyelidikan yang dilakukan oleh anggota Satreskrim Polres Tuban, kedua pemeran di dalam video tersebut merupakan warga Tuban, namun keduanya tidak tinggal di wilayah Tuban, melainkan tinggal di Kota Surabaya. Kasus ini sendiri kata Gananta masih dilakukan penyelidikan lebih lanjut terkait motif pelaku mengunggah video tersebut.
"Kami masih melakukan penyelidikan, tapi dari hasil informasi yang kita dapat pelaku ini tinggalnya di Kota Surabaya dan kasus ini masih kita kembangkan," pungkasnya.