Surabaya, IDN Times - Beredar susunan kepengurusan Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) 2026-2031. Susunan kepengurusan yang beredar tersebut dipastikan hoax atau tidak benar.
Dalam susunan yang beredar tersebut, terulis, nama-nama seperti KH. Nusron Wahid, Habib Hanif Alatas dan K.H. Miftah Habiburrahman dan K.H. Imam Jazuli masuk dalam nama jajaran Wakil Katua Umum.
Lalu nama Syaifullah Yusuf tertulis sebagai sekertaris jendral. Kemudian posisi Bendahara Umum ada pada Gudfan Arif, Habib Zainal Abidin Assegaf dan H Dino Nusantara Pua Upa SH MH sebagai bendahara.
Salah salah satu mantan ketua PBNU di periode sebelumnya, Ahmad Fahrur Rozi memastikan bahwa kabar tersebut tidak benar. Nama Fahrur Rozi juga ada dalam kepengurusan pada daftar yang beredar.
"Hoax banget, saya jamin," ujarnya singkat kepada IDN Times, Sabtu (5/8/2026).
Sebelumnya, Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) terpilih, K.H. Abdul Hakim Mahfudz (Gus Kikin), mengatakan, kepengurusan baru PBNU belum rampung setelah dirinya secara resmi terpilih sebagai ketua baru dalam Muktamar NU. Ketua Umum PBNU dalam kepengurusan sebelumnya adalah KH. Yahya Cholil Staquf atau Gus Yahya.
“Belum. Ini baru satu dua orang dan memang belum sempat. Ini karena berapa hari ini? Hari kelima, ya, dan memang baru sedikit yang bisa kita susun," kata dia kepada awak media di Jakarta, Sabtu (5/9/2026).
Lima hari setelah muktamar, Gus Kikin mengakui penyusunan struktur PBNU baru masih berjalan. Dia mengatakan, baru sedikit posisi yang tersusun, tetapi rancangan kepengurusan sudah tersedia dan ditargetkan segera diselesaikan. “Tapi kita sudah punya rancangan-rancangan. Insyaallah nanti segera kita selesaikan," kata dia.
