Madiun, IDN Times - Banjir yang merendam sebagian wilayah Kabupaten Madiun belum surut hingga hari kedua, Kamis (7/2). Bahkan, Bupati Madiun Ahmad Dawami menyatakan debit air yang meluap kian meningkat lantaran hujan deras kembali mengguyur pada Rabu sore hingga malam.
"Volume air bertambah (di beberapa titik) ," kata Bupati saat ditemui di posko utama bencana banjir di Desa Garon, Kecamatan Balerejo.
Banjir di Kabupaten Madiun, 4.000-an KK Terdampak

1. Banjir rendam 7 Kecamatan
Kecamatan Balerejo merupakan sebagian wilayah yang terendam banjir. Selain itu, enam wilayah kecamatan lain, yaitu Pilangkenceng, Saradan, Wungu, Wonoasri, Mejayan dan Madiun juga mengalami hal serupa.
Sebanyak 35 Desa di wilayah Kecamatan iri terendam. Lebih dari 4.000 kepala keluarga terkena dampaknya. Hingga Kamis pagi, tim reaksi cepat masih melakukan evakuasi warga yang rumahnya terendam air bah.
2. Evakuasi warga masih berlangsung
Umi Khabibah, salah seorang yang terdampak banjir mengaku baru meninggalkan rumah pagi ini. Sebab, kediamannya mulai tergenang sejak Rabu sore sekitar pukul 16.00 WIB. Adapun ketinggian air yang masuk ke huniannya sekitar 50 sentimeter.
Ia dan sejumlah warga Dusun Kedung Meneng, Desa Garon mulai mengungsi ke Masjid Miftahul Huda di Dusun setempat. Sejumlah warga pun bermalam di sana. "Baru pagi ini saya harus mengungsi ke tempat yang lebih aman," ujar dia. Perempuan berusia 60 tahun itu memilih mengungsi ke rumah keluarganya di Kecamatan Dolopo.
3. Antrean kendaraan bermotor di titik banjir sekitar 1 kilometer
Sementara itu, selain menggenangi rumah warga banjir yang terjadi sejak Rabu dini hari itu juga menutup jalur Madiun - Surabaya di Desa Garon, Kecamatan Balerejo, Kabupaten Madiun. Pantauan IDN Times hingga pukul 09.30, genangan air menutup jalur nasional dengan panjang sekitar 1 kilometer dengan ketinggian bervariasi, antara 15 sentimeter hingga 30 sentimeter.
Sejumlah petugas kepolisian melakukan pengaturan lalu lintas. Panjang antrean kendaraan bermotor yang harus bergantian melintas di titik genangan air sekitar 1 kilometer baik dari arah timur (Caruban) maupun Barat (Madiun).