Awali Program Agro Wisata, Kabupaten Madiun Gelar Festival Durian

Madiun, IDN Times - Petani durian di Desa Segulung, Kecamatan Dagangan, Kabupaten Madiun memanjakan para pecinta durian lewat 'Durian Food Festival', Sabtu (2/1). Dalam acara yang berlangsung di Bukit Setepong, warga dapat makan durian sepuasnya hanya dengan membayar Rp100 ribu di salah satu stan khusus yang disediakan panitia.
Uang pembayaran itu berlaku untuk satu orang. Selain itu, para pengunjung juga dapat membeli durian yang disediakan di sejumlah stan dengan harga murah, yakni mulai Rp30 ribu per buah.
Lelang buah berbau tajam itu juga dilangsungkan dalam kegiatan yang menjadi rintisan taman agro wisata yang tengah dikonsep Pemkab Madiun.
1. Lereng Gunung Wilis direncanakan jadi lokasi agro wisata

Bupati Madiun, Ahmad Dawami Ragil Saputro, mengatakan agro wisata yang dikonsep mengandalkan sejumlah komoditas perkebunan yang dibudidayakan petani. Selain durian, komoditas lain yang mendukung wacana itu seperti cokelat, manggis, jeruk, dan kopi.
Untuk lokasi pengembangan agro wisata di Kabupaten Madiun berada di kawasan Lereng Gunung Wilis yang meliputi Kecamatan Dagangan, Dolopo, Wungu, Kare, dan Gemarang.
"Kami akan terus melakukan evaluasi termasuk event kali ini. Pengkajian lebih lanjut juga dilakukan dan saya kendalikan sendiri," ujar Kaji Mbing, sapaan akrab Ahmad Dawami Ragil Saputro ketika ditemui di lokasi pelaksanaan 'Durian Food Festival'.
2. Festival durian pendukung lokasi wisata Watu Rumpuk

Camat Dagangan, Muhamad Zahrowi, menyatakan untuk persiapan program agro wisata, dia telah menggelar festival durian pada musim panen tahun ini dan 2018. Untuk acara tahun lalu, dilaksanakan di Kantor Kecamatan Dagangan, sedangkan kali ini digelar di kebun durian Bukit Setepong, Desa Segulung.
"Kami berharap festival durian ini bisa mendukung wisata Watu Rumpuk di Desa Mendak, Kecamatan Dagangan," ujar dia.
3. Pengembangan wisata berdampak pada ekonomi warga

Menurut Zahrowi, ketika tingkat kunjungan wisata meningkat, maka akan berdampak positif bagi perekonomian warga setempat. Hasil pertanian, perkebunan, maupun produk hasil usaha mikro, kecil, dan menengah warga dapat dijual di lokasi wisata.
"Kalau ada lokasi wisata (yang tingkat kunjungannya tinggi) segala sesuatu bisa dijual. Durian, misalnya, tidak hanya buahnya tapi kulit dan biji yang diolah bisa dijual," jelasnya.



















