Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Asap Karhutla Arjuno-Welirang Masih Mengepul
Pemadaman karhutla di Arjuno - Welirang. Dok. BPBD Jatim.
  • Karhutla Gunung Arjuno-Welirang di Pasuruan masih dipantau hingga 23 Agustus 2026 siang, dengan kepulan asap terlihat dari Posko Kaliandra di area atas Lembah Kidang.
  • Helikopter PK-DAP melakukan sembilan kali water bombing berkapasitas 1.000 liter, tetapi kabut dan asap tebal membatasi visibilitas dalam operasi udara.
  • Pendakian ditutup sejak 19 Agustus, sementara BPBD berkoordinasi dengan berbagai pihak dan BMKG; hingga pukul 12.00 WIB, tidak ada korban jiwa.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Surabaya, IDN Times - Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di kawasan Gunung Arjuno-Welirang, Kabupaten Pasuruan, masih dalam pemantauan tim gabungan. Hingga Minggu (23/8/2026) siang, kepulan asap masih terpantau dari Posko Kaliandra dan diperkirakan berasal dari kawasan di atas Lembah Kidang.

Kalaksa BPBD Jawa Timur (Jatim), Gatot Soebroto mengatakan, penanganan terus dilakukan, termasuk melalui operasi udara menggunakan helikopter PK-DAP untuk memadamkan titik api maupun area yang terpantau mengeluarkan asap.

“Helikopter melaksanakan observasi di area Gunung Arjuno dan melakukan water bombing di daerah yang terpantau adanya kepulan asap atau titik api,” ujar Gatot, Minggu (23/8/2026).

Dalam operasi udara pada Minggu, helikopter PK-DAP yang memiliki kapasitas bucket 1.000 liter telah melakukan sembilan kali water bombing. Rinciannya, lima kali pada sortie pertama dan empat kali pada sortie kedua.

Namun, operasi udara menghadapi kendala visibilitas. Kondisi berkabut serta kepulan asap yang cukup tebal membuat pandangan pilot dan unit helikopter terhadap sasaran menjadi terbatas.

“Cuaca menjadi salah satu kendala dalam operasi water bombing. Kabut dan kepulan asap yang cukup tebal mempengaruhi visibilitas helikopter,” jelas Gatot.

Sementara itu, tim BPBD Jatim masih bersiaga di Posko Kaliandra untuk memantau perkembangan karhutla. Dari posko tersebut masih terlihat kepulan asap yang diperkirakan berada di kawasan atas Lembah Kidang.

Kondisi cuaca di kawasan tersebut secara umum terpantau cerah berawan.

Diketahui, karhutla di kawasan Gunung Arjuno-Welirang pertama kali dilaporkan terjadi pada Rabu (19/8/2026). Sebagai langkah mitigasi dan pengamanan, UPT Tahura Raden Soerjo menutup sementara seluruh aktivitas pendakian Gunung Arjuno-Welirang mulai 19 Agustus hingga batas waktu yang belum ditentukan.

Penutupan dilakukan untuk mengantisipasi risiko keselamatan pendaki sekaligus memberikan ruang bagi petugas dalam melakukan penanganan kebakaran.

Gatot mengatakan BPBD Jatim terus berkoordinasi dengan BPBD Kabupaten Pasuruan, BPBD Kota Batu dan Tahura R. Soerjo untuk mempercepat penanganan. Tim BPBD Jatim bersama BPBD Kabupaten Pasuruan dan Tahura juga terus melakukan pemantauan di kawasan Gunung Arjuno.

Selain itu, BPBD Jatim berkoordinasi dengan BMKG Juanda untuk mendapatkan informasi dan prakiraan kondisi cuaca di kawasan Gunung Arjuno-Welirang. Informasi tersebut menjadi salah satu bahan pertimbangan dalam menentukan langkah penanganan di lapangan, khususnya operasi udara.

Hingga laporan perkembangan pukul 12.00 WIB, tidak terdapat korban jiwa. Sementara dampak kebakaran masih dalam proses pendataan. BPBD Jatim memastikan pemantauan dan kesiapsiagaan terus dilakukan sampai kondisi kawasan dinyatakan aman.

Curated For You

Editorial Team

Related Article