Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install
For
You

472 Warga Jatim Sudah Pulang dari Wamena, 430 Lagi Menyusul

472 Warga Jatim Sudah Pulang dari Wamena, 430 Lagi Menyusul
Gubernur Jawa Timur, Khofifah. IDN Times/Alfi Ramadana
Share Article

Surabaya, IDN Times - Gelombang kepulangan warga Jawa Timur dari Wamena, Kabupaten Jayawijaya, Papua masih terus berlanjut. Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa mengungkapkan, saat ini jumlah warganya yang sudah pulang mencapai ratusan jiwa.

1. Sebanyak 472 warga sudah pulang

IDN Times/Alfi Ramadana
IDN Times/Alfi Ramadana

Khofifah mengatakan, warga Jatim yang sudah pulang dari Wamena berjumlah 472 orang. Angka itu didapat setelah Sabtu sore (5/10), ada warga Jatim yang kembali mendarat di Bandara Abdulrachman Saleh, Kabupaten Malang.

"Jadi sampai dengan kemarin sore (Sabtu) kira-kira 472 (orang) yang sudah kembali," ujarnya usai istigasah akbar di Mapolda Jatim, Minggu (6/10).

2. Ada 430 orang yang akan pulang naik kapal

IDN Times/Ardiansyah Fajar
IDN Times/Ardiansyah Fajar

Gubernur perempuan pertama di Jatim ini menyampaikan bahwa akan ada lagi gelombang warga Jatim yang pulang dari Wamena, Senin besok (7/10). Rencananya, mereka akan turun di Bandara Abdulrachman Saleh. Selanjutnya, pada Selasa (15/10) ada 430 warga Jatim yang pulang menggunakan kapal.

"Ada lagi tanggal 7 (Oktober) nanti. Yang tanggal 15 (Oktober) itu naik kapal, ada 430-an (orang)" kata Khofifah.

3. Dapat uang saku, sembako dan pakaian

IDN Times/Ardiansyah Fajar
IDN Times/Ardiansyah Fajar

Mantan Menteri Sosial itu melanjutkan, para warga Jatim yang kembali merantau dari Wamena tidak akan pulang dengan tangan hampa. Ada berbagai bantuan yang digelontorkan Pemprov Jatim. Mulai dari uang tunai hingga sembako.

"Mereka mendapatkan uang saku Rp1 juta dari pemprov, mendapatkan sembako kira-kira cukup untuk beberapa hari kemudian mendapatkan pakaian siap pakai," kata Khofifah.

4. Sebagian besar masih di Sentani, Jayapura

IDN Times/Ardiansyah Fajar
IDN Times/Ardiansyah Fajar

Gubernur kelahiran Surabaya ini menambahkan, para warganya yang pulang bekerja di Wamena. Mereka memutuskan pulang setelah terjadi gejolak di sana. Sebagian warga juga masih ada yang tertahan di Sentani, Jayapura.

"Mereka di Wamena itu merantau, mereka bekerja. Ketika di sana kemudian ada kerusuhan sosial, mereka kembali ke daerah asal. Di sana itu kan ada di beberapa titik, lebih banyak yang ada di Sentani, Jayapura," pungkas Khofifah.

Share Article
Topics
Editorial Team
Dida Tenola
EditorDida Tenola

Latest News Jawa Timur

See More

Tradisi Toron ke Madura, Kendaraan Roda 2 Suramadu Meningkat 500%

26 Mei 2026, 18:09 WIBNews